Kunjungan FKUB Manado ke rumah korban kasus pemukulan hingga meninggal di Sindulang, Senin (14/9/2026)
Manado, EkuatorNews.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado turun langsung ke Kelurahan Sindulang, Senin (14/9/2026), menyusul kasus pemukulan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Kunjungan ini dilakukan FKUB Manado sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Wakil Ketua FKUB Manado, Ir H Hamzah Latief, mengatakan penanganan persoalan di masyarakat tidak hanya berkaitan dengan proses hukum, tetapi juga membutuhkan langkah bersama untuk menjaga suasana tetap tenang.
Menurutnya, FKUB memiliki beberapa langkah ketika menghadapi persoalan atau potensi konflik di masyarakat.
Langkah pertama, FKUB berkunjung ke Polsek setempat untuk memastikan kasus tersebut telah ditangani oleh aparat penegak hukum sekaligus mendapatkan gambaran umum mengenai persoalan yang sedang diproses.
“FKUB memastikan bahwa kasus ini sudah ditangani Polisi sebagai Aparat Penegak Hukum. Sekaligus mendapatkan gambaran umum dari kasus yang ditangani,” ujar Hamzah.
Selanjutnya, FKUB berkoordinasi dengan pemerintah setempat, baik pihak kecamatan maupun kelurahan. Koordinasi ini penting untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus membicarakan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meredam konflik agar tidak meluas.
FKUB kemudian mendatangi rumah korban dan keluarga. Dalam kunjungan tersebut, FKUB menyampaikan simpati sekaligus memberikan ruang bagi keluarga untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasi.
“Berkunjung ke rumah korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan mendengarkan jika ada keluhan atau aspirasi. Sekaligus menenangkan korban dan keluarganya,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, FKUB juga membuka komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah setempat.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk mencari solusi bersama agar persoalan yang terjadi tidak menyebar dan tetap menjaga kerukunan antarwarga.
“Bertemu tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk berdialog mencari solusi, meredam konflik agar tidak menyebar dan tetap menjaga kerukunan,” kata Hamzah.
Menurut Hamzah, kehadiran FKUB bukan untuk mengambil alih proses hukum yang sedang berjalan. Proses hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Namun, FKUB hadir untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tenang, terutama di tengah masyarakat dan keluarga korban, sehingga persoalan dapat diselesaikan sesuai jalur hukum tanpa menimbulkan persoalan baru.
Seluruh rangkaian kunjungan dan koordinasi tersebut juga didokumentasikan sebagai bahan arsip dan pelaporan FKUB Manado.
Langkah FKUB Manado ini sekaligus menjadi bentuk komitmen untuk menjaga kerukunan di Kota Manado, khususnya ketika terjadi persoalan yang berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.
(Enny)















