Laku Tepu Sangihe Kuasai Panggung HUT ke-62 Sulawesi Utara

Sangihe43 Dilihat

Sangihe, Ekuatornews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (23/9/2026), menjadi momen istimewa bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe. Busana adat khas Sangihe, Laku Tepu, tampil dalam upacara peringatan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

 

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) bersama istrinya, Anik Yulius Selvanus, tampak mengenakan Laku Tepu. Busana kebanggaan masyarakat Sangihe itu juga dikenakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay bersama istrinya, Merry Elisabeth Kalalo.

 

Nuansa budaya Sangihe semakin kuat dengan kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama istri, Cherry S. Thungari-Soeyoenus, serta Wakil Bupati Tendris Bulahari bersama istri, Agnes Bulahari Walukouw, yang turut mengenakan busana adat Laku Tepu.

 

Di balik tampilnya budaya Sangihe dalam momentum tersebut, perhatian kemudian tertuju pada pernyataan Gubernur YSK mengenai kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Saat diwawancarai sejumlah awak media, YSK secara terbuka mengakui masih memiliki “hutang” kepada masyarakat Sangihe, khususnya terkait pembangunan dan perbaikan ruas jalan provinsi yang hingga kini kondisinya dinilai memprihatinkan.

 

YSK menyatakan pemerintah provinsi telah bersepakat untuk mengalokasikan anggaran pada 2027 guna menangani sejumlah ruas jalan provinsi di Sangihe, termasuk ruas yang disebutnya belum tersentuh pembangunan.

 

“Di Sangihe ada jalan provinsi yang belum sama sekali tersentuh. Kami sepakat di tahun 2027 dianggarkan untuk perbaikan dan pembuatan jalan di sana,” ujar YSK.

 

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan Sangihe mendapat perhatian pemerintah provinsi.

 

Bagi masyarakat Sangihe, janji tersebut kini akan diuji melalui realisasi anggaran dan pekerjaan fisik di lapangan. Pasalnya, kondisi geografis kepulauan membuat akses jalan memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta konektivitas antarkawasan.

 

Momentum HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara pun tidak hanya menjadi panggung perayaan budaya, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat Sangihe agar janji pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar terealisasi pada 2027.

 

Kini, perhatian publik Sangihe tertuju pada proses penganggaran hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebab, “hutang” yang disebut Gubernur YSK tersebut pada akhirnya akan dinilai bukan dari janji, melainkan dari berapa banyak ruas jalan yang benar-benar diperbaiki dan dibangun.

 

(*udy)