Kemarau Panjang Melanda Kaimana, Damkar Salurkan Air Bersih ke Warga

Papua Barat29 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kaimana terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau berkepanjangan.

Petugas disiagakan selama 1×24 jam untuk merespons laporan masyarakat, termasuk permintaan bantuan air bersih di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kaimana, Chantrik Maipauw, S.IP., mengatakan kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal tersebut disampaikan Chantrik saat memantau langsung proses penyaluran air bersih kepada warga di RT 04 Kampung Trikora, tepatnya di Jalan Belakang Bandara Kaimana, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana mengalami kekurangan air bersih. Salah satu wilayah yang terdampak adalah kawasan Air Merah.

“Pada hari Senin 28 September kami dari Pemadam Kebakaran merespons cepat informasi dari masyarakat setempat terkait dampak kekeringan,” kata Chantrik.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas mengerahkan kendaraan tangki pemadam untuk membawa dan mendistribusikan air bersih kepada warga di kawasan Air Merah.

Pelayanan kemudian dilanjutkan ke kawasan Kompleks Kebun Kelapa Gunung. Penyaluran air bersih di dua lokasi tersebut dilakukan pada Senin dan Selasa, 28 dan 29 September 2026.

“Pemadam Kebakaran telah melakukan bantuan air bersih kepada warga di beberapa tempat pada hari Senin dan Selasa, 28 dan 29 September kemarin,” ujarnya.

Pada Rabu (30/9/2026), petugas kembali menerima laporan dari masyarakat di RT 04 Kampung Trikora. Warga melaporkan wilayah tersebut telah mengalami dampak kekeringan selama beberapa bulan terakhir.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi sumur atau perigi warga yang debit airnya terus menurun. Bahkan, sebagian sumur dilaporkan telah mengalami kekeringan.

“Kali ini kami menyuplai air bersih di lokasi Kampung Trikora, tepatnya di RT 04, Jalan Belakang Bandara. Kami menyuplai air bersih dua kali karena di situ juga banyak pemukiman warga dan mereka memang benar-benar terdampak kekeringan,” jelas Chantrik.

Ia memastikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akan terus dilakukan selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pemadam Kebakaran akan terus merespons laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.

Chantrik juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran atau mendatangi pos Damkar untuk menyampaikan kebutuhan mereka.

Selain itu, ia meminta para ketua RT turut memantau kondisi warga di wilayah masing-masing. Laporan dari tingkat RT dinilai penting untuk membantu petugas mengetahui wilayah yang mengalami kekurangan air sekaligus menentukan langkah pelayanan.

“Karena kondisi kemarau dan Karhutla, kami sebagai garda terdepan akan terus melakukan tindakan cepat dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” pungkasnya.

(***/REI RUMLUS)