Kabut Asap Selimuti Kaimana, Kepala Distrik Buruway Edukasi Warga 10 Kampung dan Bagikan Masker

Papua Barat34 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi Kabupaten Kaimana yang masih diselimuti kabut asap mendorong Distrik Buruway memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

Tidak hanya sosialisasi, Kepala Distrik Buruway, Slamet Laway beserta jajaran juga membagikan masker kepada masyarakat di 10 kampung.

Kepala Distrik Buruway, Slamet Laway, mengingatkan masyarakat di 10 kampung agar tidak membuka lahan baru dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas dan memperburuk kondisi kabut asap.

“Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat di 10 kampung untuk sementara tidak membuka lahan baru dengan cara membakar. Saat ini kondisi Kabupaten Kaimana masih diselimuti kabut asap,” ujar Slamet kepada EkuatorNews.com melalui via pesan WhatsApp, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, kondisi kabut asap juga perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker ketika harus bepergian.

Selain memberikan sosialisasi mengenai bahaya Karhutla, pihak Distrik Buruway juga membagikan masker kepada masyarakat di 10 kampung sebagai upaya mengurangi dampak paparan kabut asap.

“Sepuluh kampung tersebut yakni Guriasa, Gaka, Tairi, Hia, Yarona, Esania, Edor, Kambala, Adijaya dan Nusaulan,” ucapnya.

Slamet pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga meminta masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.

“Untuk sementara masyarakat kami instruksikan menggunakan masker pada saat keluar rumah. Kami juga terus mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan,” katanya.

Menurut Slamet, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

“Saya berharap imbauan tersebut dapat dipatuhi masyarakat sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan dan kondisi lingkungan segera kembali membaik,” tandasnya.

(REI RUMLUS)