Kemarau Berkepanjangan, Polres Kaimana Ajak Warga Sholat Istisqa dan Doa Bersama

Papua Barat127 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Menghadapi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Kaimana, Polres Kaimana, Polda Papua Barat, akan menggelar Sholat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di halaman Polres Kaimana, Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 08.00 WIT. Masyarakat juga diundang untuk mengikuti ibadah dan doa bersama tersebut.

Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma, mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual jajaran Polres Kaimana dalam menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Menurutnya, kemarau tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.

“Ya, insyaallah, hari Sabtu pagi kami akan melaksanakan Sholat Istisqa. Ini sebagai langkah ikhtiar kami sebagai manusia, kiranya Allah SWT menurunkan hujan,” ujar Satria saat dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, kondisi kekeringan dan ancaman Karhutla menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menghadapinya. Selain langkah penanganan di lapangan, Polres Kaimana juga mengajak masyarakat berdoa agar kemarau segera berakhir.

Kapolres mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan mengikuti Sholat Istisqa yang akan dilanjutkan dengan doa bersama.

“Masyarakat juga kami undang untuk hadir dalam pelaksanaan Sholat Istisqa ini,” katanya.

Satria berharap partisipasi masyarakat dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan di Kabupaten Kaimana dapat berangsur berakhir.

“Besar harapan kami masyarakat bisa hadir. Setelah sholat, kita akan melaksanakan doa bersama,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kaimana mengajak masyarakat menghadapi kemarau berkepanjangan dengan ikhtiar bersama, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap dampak kekeringan dan risiko kebakaran hutan dan lahan.

(REI RUMLUS)