Cegah Stunting Sejak Dini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe Edukasi Warga Tanaki

Sangihe44 Dilihat

 

 

SITARO, Ekuatornews.com – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1301/Sangihe terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan stunting di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan (Sibarsel), Kabupaten Kepulauan Sitaro, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.15 WITA di Aula Kantor Kampung Tanaki tersebut mengangkat tema “Kenali dan Cegah Stunting Sejak Dini”. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang tepat, serta menjaga kebersihan lingkungan demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Penyuluhan tersebut dihadiri Pasi Ter Kodim 1301/Sangihe Letda Inf Philip J. Umbur, Kepala Puskesmas Talawid dr. Fretty V. Langi, perwakilan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro Julita Malumbot, AMG, Kapitalau Kampung Tanaki Dekson Labang, Ketua Jemaat GMIST Karmel Tanaki Hellenwasti Mabuka, S.Pd, staf dan perangkat kampung, serta sekitar 35 warga setempat.

Dalam pemaparan materi, peserta diberikan pemahaman mengenai stunting sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Kondisi ini ditandai dengan tinggi atau panjang badan anak yang berada di bawah standar usianya.

Masyarakat juga diajak memahami pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi masa penting dalam pembentukan fondasi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Selain itu, pemateri menjelaskan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting, di antaranya kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan balita, pola asuh yang belum tepat, serta buruknya sanitasi dan keterbatasan akses terhadap air bersih.

Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas ketika dewasa.

Karena itu, pencegahan stunting membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah kampung, hingga masyarakat secara luas.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai langkah-langkah pencegahan stunting melalui intervensi kesehatan dan perbaikan kondisi lingkungan.

Upaya tersebut antara lain pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), serta pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak.

Di samping itu, keluarga didorong untuk menerapkan pola pemberian makan yang sesuai dengan usia anak. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang, termasuk sumber protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan ayam, menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak.

Aspek kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian. Masyarakat diingatkan untuk menyediakan air bersih, membiasakan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menggunakan jamban sehat guna mencegah penyakit infeksi yang dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan pertumbuhan anak.

Pemantauan tumbuh kembang melalui Posyandu juga ditekankan sebagai langkah penting dalam mendeteksi secara dini kemungkinan gangguan pertumbuhan. Orang tua diharapkan rutin membawa anak untuk ditimbang dan diukur tinggi badannya sehingga kondisi pertumbuhan dapat dipantau secara berkala.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe berharap masyarakat Kampung Tanaki semakin memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga dan elemen masyarakat.

Penyuluhan ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik program TMMD ke-130 yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur

(*udy)