Dari Pekarangan Rumah, Persit Yonif TP 864 Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

Papua Barat122 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 6 Yonif TP 864/NN menggalakkan gerakan “Satu Rumah, Satu Kebun” sebagai upaya mendukung ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Gerakan tersebut ditujukan kepada seluruh keluarga besar Yonif TP 864/NN serta masyarakat Kabupaten Kaimana agar lebih produktif memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga.

Melalui program ini, setiap keluarga diajak memanfaatkan pekarangan rumah, termasuk lahan dengan ukuran terbatas, menjadi kebun produktif dengan menanam berbagai jenis sayuran maupun tanaman apotek hidup yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 6 Yonif TP 864, Ibu Fitri Sonjaya, mengatakan gerakan tersebut merupakan salah satu langkah untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan yang dimulai dari keluarga.

“Melalui gerakan Satu Rumah, Satu Kebun, Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 6 Yonif TP 864 mengajak seluruh keluarga untuk membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Dengan memiliki kebun sendiri, keluarga dapat memperoleh bahan pangan yang segar, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, serta membantu menghemat pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan bercocok tanam tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Dengan kreativitas dan kemauan, lahan terbatas sekalipun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan yang memiliki nilai guna bagi keluarga.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur, kebiasaan berkebun juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun pola hidup produktif dan mandiri di tengah keluarga.

Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 6 Yonif TP 864/NN berharap gerakan “Satu Rumah, Satu Kebun” dapat berkembang menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat Kabupaten Kaimana.

Melalui gerakan tersebut, ketahanan pangan diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

(REI RUMLUS)