Kapal Klinik Laut BAZNAS Resmi Diserahkan, Bupati Thungari: Bukti Negara Hadir di Perbatasan

Sangihe397 Dilihat

 

Ekuatornews.com. – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia resmi menyerahkan satu unit kapal klinik ambulans laut kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (23/10/2025), dalam acara yang berlangsung di Pelabuhan Marina Bay, Manado.

 

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah pusat dan BAZNAS dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah kepulauan dan perbatasan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., MM., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah melalui program Rumah Sehat BAZNAS. Menurutnya, kehadiran kapal layanan kesehatan bergerak ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat di wilayah perbatasan utara Indonesia itu.

 

“Atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini kita dapat mengikuti penyerahan kapal layanan kesehatan bergerak Rumah Sehat BAZNAS. Ini sebuah momentum bermakna dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi kami di wilayah kepulauan dan perbatasan,” ujar Thungari dalam sambutannya.

 

 

 

Thungari menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki 144 pulau, dengan 25 pulau berpenghuni yang tersebar cukup jauh satu sama lain. Kondisi geografis ini menjadi tantangan besar dalam menjangkau pelayanan kesehatan secara cepat dan merata.

 

Sebagai gambaran, wilayah Kecamatan Marore yang berbatasan langsung dengan Filipina berjarak sekitar 70 mil laut dari Tahuna, ibu kota kabupaten. Dengan kapal perintis, perjalanan menuju wilayah itu dapat memakan waktu hingga 18 jam dan hanya beroperasi sekali dalam seminggu.

 

Namun, dengan kehadiran kapal ambulans laut berkecepatan maksimal 27 knot, jarak tersebut kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam saja.

 

“Kami percaya layanan seperti ini akan menurunkan angka kematian ibu hamil dan bayi, serta memperkuat layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tutur Bupati.

 

 

 

Selain untuk layanan darurat medis, kapal tersebut juga akan dimanfaatkan untuk vaksinasi keliling dan pemeriksaan dokter spesialis bagi masyarakat di kecamatan-kecamatan kepulauan.

 

Bupati Thungari turut menyampaikan terima kasih kepada Mendagri Tito Karnavian, Ketua BAZNAS RI, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menghadirkan fasilitas kesehatan laut tersebut.

 

“Kapal ambulans laut ini adalah bukti nyata hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi kami di wilayah perbatasan, sekaligus menjadi semangat baru bagi masyarakat kepulauan dalam menatap tahun 2026,” ujar Thungari penuh haru.

 

 

 

Lebih lanjut, Bupati melaporkan bahwa selain kapal senilai Rp4 miliar, Kabupaten Sangihe juga akan menerima dana operasional sebesar Rp1 miliar guna mendukung keberlanjutan layanan kesehatan bergerak tersebut.

 

“Anggaran ini jika dikelola dengan baik bisa mendukung operasional hingga dua tahun. Semoga di tahun berikutnya dapat kembali dikucurkan,” tambahnya optimistis.

 

 

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota.

 

Menutup sambutannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga dan memanfaatkan kapal klinik ambulans laut tersebut sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat kepulauan.

 

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Kepulauan Sangihe,” pungkasnya.

 

 

(*Udy)