
Prosesi masuknya kue adat Tamo ke dalam acara Tulude di Malalayang Dua Lingkungan Satu, Sabtu (31/1/2026).
Manado, EkuatorNewscom – Masyarakat Sangihe yang bermukim di Kelurahan Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang, menggelar acara adat Tulude pada Sabtu (31/1/2026).
Tradisi tahunan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di kompleks Kampung Tripleks.
Acara adat Tulude diawali ibadah dipimpin Ketua Jemaat GMIM El Manibang sekaligus Ketua Wilayah Malalayang Barat Pdt Eduard Arina MTH, dan pemotongan kue adat oleh tokoh masyarakat, Ismail Manis.
Acara tersebut diprakarsai oleh Ketua Lingkungan Satu Kelurahan Malalayang Dua, Adri Tahendung.
Adri menyampaikan bahwa pelaksanaan Tulude kali ini melibatkan seluruh warga sekitar yang secara gotong royong bahu-membahu demi suksesnya acara.
“Acara ini dilaksanakan dalam semangat kebersamaan. Semua warga dari berbagai suku pun ikut terlibat dan saling mendukung,” ujar Adri.

Ia berharap, melalui pesta adat Tulude ini, rasa syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan dapat semakin mempererat tali kasih persaudaraan serta menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.
Pantauan di lokasi, seluruh warga tampak khidmat mengikuti rangkaian acara yang dikemas secara apik dan menarik, mulai dari doa, syair adat, hingga prosesi adat yang sarat makna.
Sebagai informasi, Tulude merupakan upacara adat tahunan masyarakat Nusa Utara yang meliputi Sangihe, Talaud, dan Sitaro di Sulawesi Utara.
Tradisi yang bersifat sakral dan religius ini menjadi ungkapan rasa syukur atas berkat Tuhan selama setahun yang telah berlalu sekaligus sebagai simbol melepas tahun lama dan menyambut tahun yang baru.
Biasanya, Tulude dirayakan setiap 31 Januari dengan prosesi pemotongan kue adat Tamo, pembacaan syair adat, serta pesta rakyat.
(Enny)












