Buka Konferkab II PWI Kaimana, Bustam: Semua Kader Harus Tetap Solid dan Berproses Dengan Baik

Papua Barat108 Dilihat
“Ketua PWI Provinsi Papua Barat, Bustam saat menyampaikan sambutan”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kaimana melaksanakan Konferensi Kabupaten (Konferkab) II di Ballroom Kaimana Beach Hotel (KBH), Senin (30/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema ‘Melalui Konferkab II, Kita Wujudkan PWI Kaimana yang Bersatu, Berintegritas dan Profesional’ dibuka langsung oleh Ketua PWI Provinsi Papua Barat, Bustam.

Kehadiran Ketua PWI Papua Barat di Kaimana didampingi oleh Sekretaris PWI Papua Barat Jems Aisoki.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Provinsi Papua Barat, Bustam memberikan apresiasi kepada PWI Kaimana atas terselenggaranya Konferkab II.

“Mari dalam Konferkab ini, kita sama-sama berdiskusi dan menata kembali PWI Kabupaten Kaimana menjadi lebih baik kedepan dan juga lebih maju lagi,” ujar Bustam.

“Ketua PWI Provinsi Papua Barat, Bustam saat membuka kegiatan”

Lebih lanjut, Bustam mengikatkan kembali tentang sejarah berdirinya PWI pada 9 Februari 1946 di Solo.

“Kita adalah organisasi yang melahirkan orang-orang yang berkompeten karena telah melalui uji kompetensi,” ungkapnya.

Bustam melanjutkan, PWI adalah salah satu organisasi profesi wartawan yang ada di Indonesia.

“Ada 4 organisasi profesi wartawan yang ada di Indonesia salah satunya PWI dan 7 organisasi perusahaan media,” jelasnya.

Bustam pun menegaskan, semua yang tergabung di dalam PWI harus dapat memberikan kontribusi untuk membangun Daerah.

“Dalam memberikan kontribusi kepada Daerah, silahkan bisa dari mana saja,” tegasnya.

“Ketua PWI Provinsi Papua Barat, Bustam bersama dua awak media di Kabupaten Kaimana”

“Bagi Pemerintah yang memberikan perhatian juga kepada pers, bukan berarti melemahkan pers, kita tetap bekerja secara professional, namun Pemerintah Daerah yang memberikan perhatian kepada pers akan selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan tentang kemajuan teknologi saat ini, dimana media sosial sosial yang kian hari semakin banyak konten kreator.

“Untuk media sosial tidak bisa kita jadikan musuh, namun kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman saat ini, kita tidak boleh melek teknologi,” ucapnya.

Ia mengakhiri dengan meminta kepada semua yang tergabung dalam PWI agar tetap solid dan selalu berproses dengan baik. (REI)