Manado Dipenuhi Senyum! Pegadaian Bersama IIKP Turun Langsung Bagikan Harapan di 125 Tahun Perjalanan

Di bawah tema spesial “125 Tahun Hadir Mengemaskan Harapan”, Pegadaian menggelar program sosial Pegadaian Peduli Dhuafa, menyasar Panti Asuhan Assalam Tuminting dan Panti Asuhan Bakti Kasih Karunia Karombasan. 

Manado, EkuatorNews.com — Ada suasana hangat yang sulit dilupakan di dua panti asuhan di Kota Manado.

Senyum, tawa, dan mata penuh harapan mewarnai kunjungan PT Pegadaian Kanwil V SulutTengGo Malut Papua bersama IIKP (Ikatan Istri Karyawan Pegadaian) dalam rangka merayakan hari jadi Pegadaian yang ke-125 tahun, Rabu (1/4/2026).

Di bawah tema spesial “125 Tahun Hadir Mengemaskan Harapan”, Pegadaian menggelar program sosial Pegadaian Peduli Dhuafa, menyasar Panti Asuhan Assalam Tuminting dan Panti Asuhan Bakti Kasih Karunia Karombasan.

Bukan acara seremonial biasa, kegiatan ini benar-benar menghadirkan kedekatan, kepedulian, dan interaksi yang penuh makna.

Anak-anak panti menyambut tim Pegadaian dan IIKP dengan penuh antusias.

Ada yang tertawa, ada yang malu-malu, tapi semuanya tampak senang. Selain menyerahkan bantuan berupa sembako, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan harian lainnya, para karyawan juga menyempatkan diri untuk berbincang, bermain, dan menghibur anak-anak.

Momen sederhana namun bermakna ini memberi ruang bagi anak-anak untuk merasa diperhatikan dan tidak sendiri.

Pengurus Panti Asuhan Assalam Tuminting merasa sangat terbantu dengan kepedulian tersebut.

“Bantuan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan kami, tapi juga memberi kebahagiaan untuk anak-anak. Kami berterima kasih kepada Pegadaian dan IIKP,” ujarnya.

Senada dengan itu, pengurus Panti Asuhan Bakti Kasih Karunia Karombasan juga menyampaikan apresiasi, terutama karena Pegadaian hadir secara langsung.

“Kehadiran karyawan Pegadaian membuat anak-anak merasa dihargai dan disemangati. Ini sangat berarti bagi mereka,” katanya.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V SulutTengGo Malut Papua, Maksum, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

“Kami ingin kehadiran Pegadaian tidak hanya dirasakan dalam layanan keuangan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Di usia 125 tahun ini, kami ingin terus berbagi harapan,” tutur Maksum.

Ia menambahkan bahwa Pegadaian akan terus mengembangkan program-program sosial yang memberikan dampak nyata, sejalan dengan nilai BUMN yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

Program Pegadaian Peduli Dhuafa sendiri digelar serentak di 125 titik seluruh Indonesia, sebagai simbol perjalanan panjang Pegadaian yang selalu ingin memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan langkah-langkah kecil penuh makna ini, Pegadaian menunjukkan bahwa selama 125 tahun perjalanannya, mereka bukan hanya hadir sebagai lembaga keuangan terpercaya, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu berusaha menghadirkan harapan, kebaikan, dan kepedulian bagi negeri.

Kalau begini caranya, jelas bahwa usia 125 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa Pegadaian terus tumbuh bersama masyarakat, dan tetap ada untuk mereka yang membutuhkan.

(***/Enny)