
Ekuatornews.com. – UPP Kelas II Tahuna mulai melakukan langkah sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pengalihan (rerouting) sebagian aktivitas operasional di Pelabuhan Tahuna, seiring pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Koordinator Sosial Media Respontin UPP Kelas II Tahuna, Melfried Palenewen, saat ditemui awak media, Kamis (30/4/2026) di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa pihak UPP telah menggelar rapat sosialisasi tahap pertama sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Tahuna.
Menurut Palenewen, mulai Mei hingga Desember 2026, aktivitas operasional pelabuhan, khususnya turun naik penumpang kapal, akan mengalami perubahan.
“Untuk bulan Mei dan Juni masih seperti biasa, namun sudah mulai ada pembatasan di bagian Dermaga Bai sisi segmen dua dan tiga bagian tengah. Bagian tersebut masih bisa digunakan, termasuk dermaga tol laut,” ujar Palenewen.
Ia menambahkan, kondisi paling krusial diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga awal Oktober, terutama ketika kapal tol laut sandar di Pelabuhan Tahuna.
“Jika kapal tol laut datang, maka aktivitas kapal-kapal tujuan Manado yang biasanya beroperasi di Pelabuhan Tahuna akan diwacanakan pindah sementara ke Pelabuhan Petta,” jelasnya.
UPP Kelas II Tahuna, lanjut Palenewen, akan melakukan koordinasi dengan pemilik kapal, pihak pelabuhan Manado, serta Dinas Perhubungan Provinsi terkait rencana pemindahan sementara tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa aktivitas lainnya di pelabuhan tetap berjalan seperti biasa, dan pemindahan hanya dilakukan pada saat kapal tol laut melakukan permohonan sandar.
Palenewen juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pembangunan ini menimbulkan gangguan terhadap aktivitas penumpang dan distribusi barang.
“Kami mohon maaf apabila ada beberapa kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Namun program ini membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat karena tujuannya untuk merehabilitasi dermaga, lapangan penumpukan, dan lapangan parkir,” katanya.
Ia berharap proyek rehabilitasi pelabuhan dapat rampung pada bulan Desember 2026, sehingga pada Januari 2027 operasional pelabuhan dapat kembali normal seperti biasa.
Sementara itu, jadwal kapal tol laut diperkirakan datang sekitar satu kali dalam sebulan, dengan lama sandar berkisar tiga hingga lima hari. Pemindahan aktivitas kapal penumpang dan barang ke Pelabuhan Petta juga diperkirakan dilakukan satu kali dalam sebulan sesuai kedatangan tol laut.
“Tanggal pastinya akan kami informasikan satu minggu sebelum kapal tol laut tiba,” tambah Palenewen.
Di akhir penyampaiannya, Palenewen mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah serta turut berpartisipasi dalam pengawasan bersama agar seluruh kegiatan pembangunan berjalan lancar.
“Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat serta partisipasi pengawasan bersama, agar kegiatan di Pelabuhan Tahuna berjalan baik dan mampu menunjang pelayanan ke depan,” tutupnya.
(*Udy)















