
KAIMANA, EkuatorNews.com — Operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unit 5 Kabupaten Kaimana sempat menjadi sorotan publik setelah beredar informasi bahwa dapur tersebut tetap beroperasi meski tenaga ahli gizi disebut telah mengundurkan diri.
Informasi yang dihimpun awak media EkuatorNews.com sebelumnya menyebutkan bahwa ahli gizi yang bertugas di Dapur SPPG Unit 5 telah mengajukan pengunduran diri, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pelayanan pemenuhan gizi yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Kondisi itu menuai perhatian publik karena peran ahli gizi dinilai sangat penting dalam memastikan standar kualitas menu, takaran gizi, hingga keamanan makanan yang disalurkan, khususnya bagi anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Keberadaan tenaga ahli gizi dalam operasional dapur SPPG sendiri merupakan bagian dari ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, ketentuan tersebut juga sejalan dengan regulasi kesehatan nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang menekankan pentingnya pelayanan kesehatan dan gizi dilakukan oleh tenaga profesional sesuai standar mutu.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Dapur SPPG Unit 5 Kabupaten Kaimana, Karisma Maipauw, memberikan klarifikasi bahwa informasi mengenai kekosongan ahli gizi tidak sepenuhnya benar.
Menurut Karisma, ahli gizi sebelumnya memang telah mengajukan pengunduran diri sejak 30 April 2026. Namun, tenaga ahli gizi tersebut masih tetap membantu operasional dapur selama masa transisi sambil menunggu tenaga pengganti mulai bertugas.
“Ahli gizinya kemarin memang baru mengajukan pengunduran diri, tetapi belum benar-benar keluar dari dapur. Selama ini masih tetap membantu backup sambil menunggu ahli gizi baru masuk. Jadi dapur kami tidak berjalan tanpa ahli gizi,” ujar Karisma kepada awak media EkuatorNews.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, selama satu minggu terakhir ahli gizi tersebut masih aktif membantu penyusunan menu dan perhitungan kandungan gizi makanan agar pelayanan tetap berjalan sesuai standar.
“Ahli gizinya memang sudah mengundurkan diri sejak 30 April, namun selama satu minggu terakhir masih membantu backup, mulai dari menyusun menu hingga menghitung kandungan gizinya,” jelasnya.
Karisma juga memastikan bahwa kekosongan tenaga ahli gizi hanya bersifat sementara karena pihaknya telah menyiapkan tenaga pengganti yang dijadwalkan mulai bekerja pada Senin mendatang.
“Ahli gizi yang lama membantu sampai Jumat kemarin saja, karena hari Senin sudah ada ahli gizi baru yang masuk,” tandasnya. (IKI/REI)






















