KAIMANA, EkuatorNews.com — Pemerintah Kabupaten Kaimana menegaskan komitmennya untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja pemerintahan, bukan sekadar upaya mengejar penghargaan.
Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong untuk melahirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kaimana di Rumah Makan Belia, Rabu (23/9/2026).
Sambutan Bupati Kaimana Hasan Achmad dalam kegiatan tersebut dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kaimana, Deddy Ombaer.
Dalam sambutannya, Bupati menilai capaian Kabupaten Kaimana pada ajang inovasi pemerintahan sebelumnya merupakan kebanggaan bersama. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan.
“Capaian ini bukan milik satu orang, melainkan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah yang senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Deddy Ombaer.
Bupati mengatakan, kegiatan IGA 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang pemberian penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk membuktikan kemampuan setiap perangkat daerah dalam melahirkan terobosan yang dapat mempermudah pelayanan, memangkas birokrasi dan menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip “satu OPD, satu inovasi” sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2022.
Menurut Bupati, prinsip tersebut tidak semata-mata menjadi kewajiban administratif, tetapi harus berkembang menjadi budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaimana.
“Inovasi tidak harus selalu berupa teknologi yang canggih atau aplikasi yang rumit. Inovasi adalah cara berpikir yang lebih baik, cara kerja yang lebih cepat dan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Sejumlah inovasi yang telah berjalan di Kaimana disebut sebagai bukti bahwa terobosan pelayanan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan kebutuhan daerah.
Di antaranya pelayanan jemput bola administrasi kependudukan hingga ke kampung-kampung serta Program Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka) yang diarahkan untuk memperkuat tata kelola keuangan kampung secara lebih transparan dan akuntabel.
“Yang terpenting adalah manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pesannya.
Bupati kemudian mengingatkan seluruh peserta dan jajaran pemerintah daerah agar tidak takut melakukan perubahan. Menurutnya, inovasi selalu dimulai dari keberanian untuk memperbaiki kebiasaan lama yang dinilai kurang efektif.
Ia meminta setiap inovasi memiliki fokus yang jelas terhadap persoalan masyarakat. Setiap gagasan, kata dia, harus mampu menjawab masalah nyata dan menghasilkan manfaat yang dapat diukur.
Selain itu, kesinambungan inovasi juga menjadi perhatian penting. Inovasi yang telah dibuat tidak boleh berhenti setelah memperoleh penghargaan, tetapi harus terus dirawat, dievaluasi dan dikembangkan.
“Tidak ada inovasi yang berdiri sendiri. Mari kita bangun kolaborasi antara OPD, masyarakat, dunia usaha dan akademisi,” ajaknya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri yang dinilai telah memberikan dedikasi dan objektivitas dalam melakukan penilaian terhadap berbagai inovasi yang ditampilkan.
Kepada para peserta, ia berpesan agar tidak melihat kegiatan tersebut hanya dari hasil akhir berupa penghargaan.
“Kepada seluruh peserta, banggalah karena kehadiran kalian di sini sudah membuktikan semangat untuk membuat yang lebih baik bagi Kabupaten Kaimana,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan IGA 2026 sebagai pijakan baru untuk membangun Kaimana yang semakin inovatif, sejahtera dan bermartabat.
Ia berharap berbagai terobosan yang lahir dari OPD maupun masyarakat tidak berhenti pada kompetisi, tetapi terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan perubahan nyata bagi pelayanan publik di Kabupaten Kaimana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Kaimana Mohammad Wahyu Lesmono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana Alexander Furay, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kaimana Olivia Enggelin H. Ansanay, serta sejumlah pimpinan dan pejabat OPD Kabupaten Kaimana.
(REI RUMLUS)









