KAIMANA, EkuatorNews.com – Rapat Komite Keamanan Penerbangan Bandara Utarom Kaimana kembali digelar pada 23 September 2026. Rapat tersebut merupakan pertemuan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada April 2026.
Hal ini disampaikan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Utarom Kaimana, Juprianto Pali, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, rapat komite tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar-stakeholder dalam menjamin keamanan penerbangan, khususnya di Bandara Utarom Kaimana.
Dalam rapat tersebut, dibahas pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur apabila terjadi kondisi yang dapat mengganggu keamanan penerbangan, seperti sabotase, ancaman bom, demonstrasi, kerusuhan, hingga kondisi darurat akibat penyakit menular.
Keanggotaan komite melibatkan unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta stakeholder terkait lainnya yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penanganan keamanan penerbangan.
Dalam penanganan kondisi kerawanan, terdapat tiga tingkatan atau level, yakni hijau, kuning dan merah. Level hijau merupakan kondisi normal, di mana tanggung jawab keamanan penerbangan berada pada Aviation Security (Avsec) bandara dengan dukungan personel kepolisian yang bertugas di pos polisi.
Sementara itu, pada level kuning, misalnya terjadi demonstrasi, huru-hara maupun ancaman bom, penanganan keamanan menjadi tanggung jawab unsur kepolisian.
Sedangkan level merah merupakan kondisi gawat atau darurat, sehingga penanganannya dipimpin oleh unsur TNI.
“Jadi kita rapat itu untuk menyamakan persepsi, dengan menjelaskan bahwa tugas dan tanggung jawabnya masing-masing seperti ini. Jadi apabila terjadi, misalnya ada serangan teroris di bandara, berarti tugas dan tanggung jawabnya ada di teman-teman TNI,” jelas Juprianto.
Selain menyamakan persepsi, rapat komite juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan penerbangan yang telah berjalan.
Rapat Komite Keamanan Penerbangan sendiri merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan paling sedikit dua kali dalam setahun dan dapat dilakukan hingga empat kali dalam setahun, tergantung pada tingkat kerawanan di suatu bandara.
Untuk kondisi keamanan di Bandara Utarom Kaimana saat ini, masih berada pada level hijau atau dalam kondisi normal.
“Kalau untuk sementara masih di level hijau. Jadi kita ini bersyukur di Kaimana masih hijau,” tutupnya
(RIZKY AMERBAY)









