Dipimpin Mendagri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Minut Ikuti Rakor Bahas Soal Ini

Minut, EkuatorNews.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Minahasa Utara didampingi oleh Forkopimda unsur TNI dan Unsur Kepolisian Minahasa Utara dan BPS Minahasa Utara mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor).

Rakor bersama Mendagri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Menkeu Ibu Sri Mulyani, Kepala BMKG Prof.Dwikorita Karnawati,M.Sc.,PH.D diikuti secara virtual, bertempat di ruang zoom lantai 3, Kantor Bupati Minut, Senin (31/7/2023).

Dipimpin oleh, Mendagri Tito Karnavian, rakor inflasi kali ini dirangkaikan dengan acara Penyerahan Insentif Fiskal Kinerja tahun berjalan 2023 kategori kinerja dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah Periode I tahun 2023 pada 33 Pemda yaitu 3 Provinsi 24 Kab dan 6 kota dengan 4

Kriteria penilaian yaitu;

  1. Melaporkan Perkembangan Harga Harian
    2.Melaksanakan 9 upaya konkret Pengendalian Inflasi Daerah secara rutin dan substantif sesuai masalah yg ada dengan berbasis data
  2. Berhasil menekan inflasi yg diukur dari inflasi bulanan dan indeks perkembangan harga (IPH) yg dirilis oleh BPS
    4.Mengalokasikan dan merealisasikan anggaran yg bersumber dari APBD utk pengendalian inflasi daerah secara optimal.

Adapun hasil Rakor tersebut, komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di sejumlah kabupaten/kota sampai dengan minggu ke empat Juli 2023 adalah cabai merah, cabai rawit, bawang putih dan daging ayam ras.

Pada rakor ini Kepala BMKG juga mengingatkan untuk waspada terhadap faktor pengendali iklim di Indonesia yang dikenal dengan ELNINO yg menyebabkan kekeringan dan IOD (Indian Ocean Dipole) yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia sehingga membuat produksi pertanian terganggu atau menurun sehingga memicu terjadinya inflasi.

Untuk Sulawesi Utara prediksi curah hujan bulanan sangat rendah atau patut diwaspadai di Bulan Agustus dan September.

Untuk menghadapi fonemena El nino dan IOD maka setiap daerah harus mengantisipasi:

  1. Cadangan air
  2. Stok pangan
    3.Modifikasi cuaca bisa dgn menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT)
  3. Mengkampanyekan Belanja Bijak/secukupnya dengan Stop Boros Pangan

Untuk Minahasa Utara harga komoditas yg semula mengalami kenaikan di sepanjang minggu IV bulan Juli 2023 seperti cabe rawit dan cabe merah sudah berangsur turun karena sudah adanya ketersediaan stok ( petani sudah mulai panen).

Sementara itu untuk penanganan inflasi di Kabupaten Minahasa Utara, pemerintah telah melaksanakan sesuai kebijakan yg dikeluarkan berupa Program Marijo Bakobong yg dirangkaikan dengan Gerakan Aksi Menanam, Kerjasama Antar Daerah.

Juga operasi pasar, sidak pasar dan gerakan pangan murah.

Selain itu ada juga penyaluran bantuan sosial berupa BLT dan dana hibah APBD serta akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap laju inflasi nasional terhadap dampak inflasi di Kabupaten Minahasa utara.

(*/Jefry Kandouw)