
Wali Kota Andrei Angouw saat meninjau salah satu sungai Sario beberapa waktu lalu. (Foto ist).
Manado – EkuatorNews.com – Kendati telah dilaporkan sejumlah oknum atas nama warga Talaud ke kepolisian, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, adem ayem saja.
Bagi Andrei, laporan tersebut wajar-wajar saja karena itu merupakan hak setiap warga negara Indonesia.
“Tidak apa-apa, itukan hak pelapor, biasalah itu. Kalau tidak salah ada dua kepala dinas, dua kepala bagian, 7 camat, dan ada 20 an kepala desa yang melaporkan,” kata Andrei Angouw saat ditemui para wartawan di kawasan Megamas, Sabtu (23/9/2023).
Andrei tak bergeming, laporan yang diucapkannya di video tersebut merupakan data resmi BPS.
“Mungkin mereka malu ya, dengan apa yang mereka dengar. Tapi saya kan menyampaikan data apa adanya. Data yang saya pakai ini adalah data BPS, yang adalah lembaga resmi pemerintah dalam hal pendataan, tugas mereka ya mendata. BPS instansi vertikal, yang tidak bisa diintervensi oleh pihak siapa pun. Yang saya pakai itu adalah data valid dan fakta,” tukas Andrei.
Dirinya mengelak tuduhan yang dialamatkan pada dirinya yang merendahkan masyarakat Talaud.
“Mungkin ada yang tersinggung. Tapi saya tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa. Kebetulan saja, saya pakai ilustrasi perbandingan. Karena kebetulan, Kabupaten Talaud itu angka PDRB per kapita nya di data BPS memang yang paling rendah. Kalau ada daerah lain tentu saya pakai daerah itu. Karena saya mau membandingkan,” ungkapnya.
Namun Andrei tak mau memperpanjang masalah tersebut hingga menjadi polemik di mata masyarakat.
“Tapi saya tidak mau berkomentar lebih lah. Saya tidak mau terjadi yang namanya debat kusir. Karena kalau terjadi debat kusir itu menyita tenaga. Dan saya sudah dipercayakan masyarakat Kota Manado, tentu tugas saya harus fokus, konsentrasi membangun kota Manado. Kalau saya terlibat debat kusir, saya akan gagal fokus. Nanti kalau saya gagal fokus, kage le PDRB rendah, ” tutup Andrei.
(*/Enc)






















