DPPKB Sangihe Melaksanakan Audit Kasus Stunting Tahun 2023

Sangihe862 Dilihat

 

Sangihe – ekuatornews.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Daerah kabupaten kepulauan Sangihe melaksanakan Audit kasus stunting tahun 2023 bertempat di ruang serba guna rumah jabatan Bupati kepulauan Sangihe pada hari Senin (18/12/2023)

Acara tersebut dibuka langsung oleh Asisten 1 Setda Johanis Pilat.

Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Setda, Johanis Pilat, menyampaikan terimakasih kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Sangihe yang sudah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Pertama – Tama tentunya saya mengucapkan terimakasih kepada DPPKB Daerah kabupaten Sangihe yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai salah wujud komitmen kita bersama dalam penurunan kasus stunting di kabupaten kepulauan Sangihe,”ucap Pilat dalam isi sambutan Bupati Sangihe.

Lanjut Pilat, peningkatan kualitas manusia Indonesia merupakan salah satu misi sebagaimana tertera pada rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 – 2024 dengan salah satu indikator dan target prevalensi stunting ( Pendek dan sangat pendek) pada balita yaitu 14 persen pada tahun 2024.

“Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting telah ditetapkan 5 (Lima) strategi nasional dalam percepatan penurunan stunting yaitu:
1. Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementrian/lembaga pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah kampung/desa.
2. Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.
3. Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementrian/lembaga pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah kampung/desa.
4. Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu keluarga dan masyarakat.
5. Penguatan dan pengembangan sistem data informasi riset dan inovasi,”Jelasnya.

Masih dalam sambutan Penjabat Bupati Sangihe, Kabupaten Sangihe penurut pengukuran hasil survey status hasil gizi balita (SSGBI) untuk tahun 2021 ada pada diangka 22,77%, pada tahun 2022 pada angka 18,50% sesuai data per Agustus 2022.

” Angka prevalensi stunting ini mengalami penurunan sebesar 2,6%. Sedangkan menurut pencatatan pada aplikasi elektronik pencatatan dan laporan gizi berbasis masyarakat (e-PPBGM) untuk tahun 2021 pada angka 8,30%, Februari 2022 pada angka 6,22%, Agustus 2022 pada angka 4,26% dan Februari 2023 pada angka 3,27%, Agustus 2023 pada angka 2,05%,”tutur Asisten 1.

Menurut dia angka ini menunjukan semakin adanya penurunan stunting di daerah kabupaten kepulauan Sangihe.

“Penurunan angka prevalensi ini menunjukan kinerja yang baik dari semua pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting di daerah kabupaten kepulauan Sangihe. Karena itu saya memberika apresiasi atas sinergitas yang terjalin dari semua stakeholder,”

Untuk mendukung pencapaian target nasional angka prevalensi tahun 2024, yakni sebesar 14%, malam untuk kabupaten kepulauan Sangihe kita menargetkan untuk prevalensi stunting untuk tahun 2023 sebesar 15,90% dan di tahun 2024 di angka 13,50%.

“Hal ini tentu semakin mendorong semangat kita bersama dalam berbagai langkah yang kita ambil untuk percepatan penurunan stunting melalui langkah – langkah intervensi. Sebagaimana kunci pencegahan stunting dan penanganan kasus stunting adalah di 1000 hari pertama kelahiran, sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi sensitif perlu semakin kita tingkatkan,”

“Saya harapkan keseriusan kita dalam kegiatan audit kasus stunting ini dan memberi perhatian serta turut mengedukasi warga masyarakat untuk semakin peduli dan sadar akan kesehatan dilingkungan keluarga dan masyarakat,”kunci Asisten 1.

(Udy)