Cuaca Ekstrem dan Dasar Laut Berbatu Hambat Perbaikan Palapa Ring, Kominfo Sangihe Beri Update Terbaru

Sangihe16 Dilihat

 

 

Ekuatornews.com – Proses pemulihan jaringan kabel laut Palapa Ring yang menghubungkan Tahuna dan Melonguane mengalami penyesuaian jadwal. Jika sebelumnya layanan ditargetkan kembali normal pada 2 Juni 2026, kini target penyelesaian pekerjaan bergeser menjadi 6 Juni 2026.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, menjelaskan bahwa perubahan target tersebut merupakan hasil evaluasi terbaru tim teknis yang saat ini masih bekerja di lapangan.

 

Menurut Ronald, terdapat sejumlah kendala non-teknis yang memengaruhi proses pemulihan jaringan, di antaranya kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta angin kencang di perairan sekitar Tahuna.

 

“Selain faktor cuaca, tim juga menghadapi kondisi dasar laut yang berbatu atau rocky seabed. Situasi ini membuat proses pencarian dan penanganan kabel harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kehati-hatian menjadi prioritas karena posisi jalur kabel yang mengalami gangguan berada berdekatan dengan jalur kabel lainnya, sehingga setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara cermat untuk menghindari risiko kerusakan tambahan.

 

Meski demikian, Ronald memastikan pekerjaan pemulihan terus berjalan dan tim teknis berupaya mempercepat proses perbaikan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja serta kualitas hasil pemulihan jaringan.

 

“Saat ini pekerjaan masih berlangsung. Tim teknis terus bekerja maksimal agar layanan dapat kembali normal secepatnya, namun keselamatan dan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama pihak terkait juga akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat secara berkala hingga proses pemulihan jaringan selesai sepenuhnya.

 

Atas penyesuaian jadwal tersebut, pihak Kominfo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan berharap masyarakat dapat memahami kondisi teknis yang dihadapi dalam proses perbaikan infrastruktur telekomunikasi tersebut.

 

(*Udy)