Bukan Sembarang Caleg, Fitri Lumiu Tak Gentar Namanya Dapil Neraka

Sangihe940 Dilihat

 

Sangihe – Ekuatornews.com. – Sosok seorang putra Sangihe asal kelurahan Tidore kecamatan Tahuna Timur, nama Fitri Lumiu dengan sapaan bung Piti tak akan gentar walau masuk di dapil 1 (satu) yang disebut dengan dapil neraka.

Dikenal keseharian sebagai wartawan liputan wilayah perbatasan Indonesia-Philipina, Fitri Lumiu banting stir menjadi politisi dan resmi tercatat sebagai caleg nomor urut 2 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk DPRD Sangihe Dapil 1 Wilayah Tahuna Raya-Manganitu.

Pria kelahiran 2 Juni 1982 ini sekitar sepuluh tahun silam mengawali kiprahnya sebagai wartawan media cetak yang kemudian seiring waktu beralih sebagai wartawan media online menjabat Kepala Biro Sangihe.

Ditemui dikediamannya Kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur, Bung Piti, sapaan akrab pria yang juga Owner Rumah Makan Sunset Tidore, mengaku pencalonannya bukan asal maju atau sekedar ingin merubah status sosial, tapi telah dipersiapkannya sejak lima tahun lalu, dimana pemikiran seorang wartawan yang visioner serta terlatih idealisnya, akan sangat bersesuaian dengan tugas dan fungsi anggota DPRD selaku representatif rakyat yang menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol sosial.

“Menjadi politisi sebetulnya bagian dari lanjutan tugas jurnalis yang punya fungsi kontrol sosial, sebab ketika menjadi anggota DPRD disana juga ada fungsi pengawasan. Sama fungsinya ketika masih wartawan dan ketika kita menjadi anggota dewan. Jadi ini salah satu yang menginspirasi saya untuk jadi caleg,”ungkap Fitri.

“Satu hal lagi meski kita tidak dalam fungsi itu, yakni soal penganggaran, setidaknya dengan pengalaman sebagai wartawan kita sudah banyak mendengar dan menulis aspirasi rakyat, sehingga ketika jadi anggota dewan, soal penganggaran itu akan menjadi fungsi ketika kita bisa menganggarkan kebutuhan rill masyarakat,”sambung pengurus dan pelatih Paskibraka yang telah beberapa kali meloloskan putra-putri Sangihe ke tingkat nasional.

Lalu disentil dirinya yang masuk dapil 1 yang juga disebut-sebut dapil neraka karena banyak caleg potensial, Fitri mengaku sudah sangat siap bertarung dan optimis banyak menuai dukungan baik basisnya di Kelurahan Tidore maupun dukungan keluarga dan kenalan serta teman-teman yang tersebar di dapil 1.

“Saya selalu yakin hak pilih bukan komoditas musiman yang bisa dijual-belikan. Perlu kesadaran moral untuk memilih anggota DPRD yang berkualitas. Mari masyarakat terutama generasi milenial kita bersama membangun DPRD yang tanggap dan sigap serta yang mampu memberikan solusi dalam menangani persoalan daerah,”pungkas Fitri.

Fitri berharap, paradigma penilaian kinerja dewan yang selalu santai harus dibuang secara total, setidaknya kata dia sudah saatnya para caleg membuka wawasan dan cara pikir masyarakat, bahwa kinerja lembaga legislatif tidak lain memperjuangkan aspirasi dari amanah yang dipercayakan.

(*Udy)