Imbas Kuota BBM Tidak Cukup, Sejumlah Warga Minta Dinas Terkait Menyurati BPH Migas

Sangihe539 Dilihat

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Pihak SPBU Kompak, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai kesulitan melayani kebutuhan BBM masyarakat setempat.

Hal ini dipicu lantaran adanya perubahan alokasi kuota per bulan yang sebelumnya produk pertalite 150.000 liter perbulan menjadi 85.000 Liter/bulan.

Pengurangan kuota ini berdasarkan surat PT. Pertamina Patra Niaga kepada PT. Levites Usaha Perkasa No : KTR-698 PNDA00000/2022-S3 bahwa adanya perubahan alokasi kuota per bulan sebelumnya produk pertalite 150.000 liter perbulan menjadi pertalite 85.000 Liter/bulan.

Pihak SPBU terpaksa mengambil langkah ini (Menyurati) lantaran BBM sering habis hingga berdampak terjadi jeda selama sehari sampai dua hari.

“Jadi melalui surat ini kami bermohon untuk memaksimalkan penjualan sesuai kebutuhan masyarakat, kiranya kuota SPBU KOMPAK 76.95805 Tamako dapat dikembalikan alokasi
pertalite menjadi 150.000 liter perbulan,” ungkap salah satu staf SPBU Kompak Tamako.

Sementara itu, berkurangnya stok BBM turut dikeluhkan sejumlah warga Tamako. Mereka mengakui tak jarang harus diperhadapkan dengan stok SPBU kosong ketika hendak mengisi BBM.

“Kami juga berharap kuota BBM di Tamako ditambah lagi, agar tidak ada lagi waktu jedah SPBU yang terjadi hingga dua hari.Dan kami memohon ini perlu tindak lanjut dari pihak pemerintah kabupatenĀ  melalui dinas terkait agar diharapkan menyurat ke bph migas utk mengembalikan kuota bbm tamako seperti semula, karna dampak pengurangan ini langsung berimbas ke masyarakat sekitar dan kepulauan.”ungkap warga seraya berharap kepada BPH Migas.

 

(*Udy)