Program Bansos Lansia Mengalami Hambatan, Begini Penjelasan Kadis Sosial Tomohon

Tomohon680 Dilihat

Tomohon,Ekuatornews.com– Bantuan sosial (bansos) untuk lanjut usia (lansia) yang telah diberikan sejak tahun 2022 di bawah kepemimpinan Wali Kota Caroll Senduk, dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2030. Pemkot Tomohon berkomitmen untuk terus mendukung program bansos ini sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok lansia yang rentan.

Namun, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon untuk meningkatkan jumlah penerima bansos lansia mengalami hambatan. Dengan jumlah lansia di atas usia 60 tahun mencapai sekitar 14.000 jiwa, Pemkot berencana menambah kuota penerima bantuan. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari Fraksi Golkar di DPRD Tomohon. Akibatnya, jumlah penerima bansos lansia tetap dibatasi sebanyak 1.623 orang setiap bulan, khusus bagi lansia berusia 65 tahun ke atas. Ungkap Kadis Sosial Thomly Lasut.

“Kami berharap jumlah penerima bisa ditingkatkan mengingat banyaknya lansia yang membutuhkan bantuan. Namun, dengan adanya penolakan ini, penerima bansos lansia terpaksa tetap dibatasi”.

Meski demikian, Dinsos tidak tinggal diam. Pada tahun 2025, program baru akan diluncurkan, di mana bantuan tidak hanya akan diberikan secara langsung kepada lansia, tetapi juga kepada komunitas lansia seperti Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI), Lembaga Pelayanan Sosial Lanjut Usia (LPSLU), dan berbagai organisasi sosial lainnya, termasuk Karang Taruna sebagai organisasi binaan Dinsos.

“Pemahaman kami adalah bahwa lansia merupakan kelompok rentan yang tidak lagi dapat beraktivitas seperti kelompok produktif lainnya. Oleh karena itu, mereka berhak mendapatkan stimulan berupa insentif untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Program ini diharapkan dapat memperkuat dukungan sosial terhadap lansia di Tomohon dan membantu mereka tetap mendapatkan perhatian serta kesejahteraan yang layak, meskipun terbatasnya kuota penerima bansos secara langsung.