Ketua Rukun Kaling Manado Tegaskan Tidak Benar Ada Pemotongan Gaji Rp250 Ribu

Ketua Rukun Kaling Manado Jerry Ramoh.

Manado, EkuatorNews.com – Jelang Pilkada Manado 2024 ada-ada saja serangan yang lancarkan ke calon petahana Andrei Angouw-Richard Sualang.

Salah satu isu yang digoreng yakni soal dana Mapalus Ketua Lingkungan (Kaling) yang diduga dipakai untuk pemenangan AARS.

Menurut Ketua rukun Kaling Kota Manado, Jerry Ramon, dana Mapalus tidak ada persoalan.

“Dana Mapalus ini tidak ada masalah. Para ketua lingkungan tidak ada yang keberatan, ini bersifat gotong-royong karena dana Mapalus ini sangat berguna bagi kami. Karena, jikalau ada anggota yang kena musibah dana ini yang digunakan. Dan harus digaris bawahi dana lingkungan ini tidak ada paksaan,” kata Jerry.

Awal mula terbentuknya Rukun Mapalus ini, jelas Jerry, didasari semangat bersama atas gotong royong yang pada akhirnya lahirlah kebersamaan dengan nama Rukun Mapalus.

“Budaya mapalus ini sengaja kami angkat mengingat budaya seperti ini sudah tidak berjalan seperti di kampung kampung, contoh bikin sabua sama sama jika ada acara suka dan duka, ini juga sebagai maksud ingin kami tunjukan ke masyarakat bahwa budaya mapalus masih ada dan kami selaku ketua lingkungan yang memulai,” paparnya.

Soal isu yang beredar jika gaji para Ketua Lingkungan dipotong saat masuk rekening, kata dia, itu sama sekali tidak benar karena yang dipotong hanya dana BPJS sebesar 50 ribu.

“Yang benar kami mengambil 250 ribu dari rekening gaji kemudian menyetor ke rekening Rukun Mapalus, dan itu keikhlasan kami bukan paksaan. Mungkin boleh diperiksa ke rekening koran kami masing masing tidak ada dana 250 ribu yang dipotong,” ujarnya.

Ditanya digunakan sebagai apa dana tersebut ia menjelaskan salah satunya sebagai dana kebersamaan ketika ada Ketua Lingkungan kena musibah seperti yang lalu ada rumah ketua lingkungan terbakar.

“Jika ada yang kena musibah kami mengambil dana Mapalus sebesar Rp 43.500.000 dan diberi ke yang bersangkutan, itu diambil dari kas dimana 87 kelurahan yang ada diambil 500.000 per kelurahan yang jumlahnya 43.500.000,” urainya. (***/ENC)