Sangihe – Ekuatornews.com.- Kasat Polairud Res Kepulauan Sangihe, AKP Nico Mirontoneng, SH, bersama tim gabungan terus berupaya dalam pencarian tiga warga nelayan yang dilaporkan hilang sejak 31 Januari 2025.

Ketiga orang nelayan tersebut adalah Nelto Suku (73), Resto Kainage (53), dan Marson Suku (33) yang berasal dari Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, serta Kampung Kawaluso, Kecamatan Kendahe. Upaya pencarian intensif dilakukan sebagai tanggapan atas laporan hilangnya para nelayan ini di perairan Kepulauan Sangihe.
Langkah awal yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Syahbandar KUPP Klas II Tahuna dan PELNI Tahuna. Koordinasi ini bertujuan untuk menindaklanjuti informasi dari sebuah video di TikTok yang dibagikan oleh akun “Aco,” yang memperlihatkan perahu terbalik dengan nelayan yang hanyut di Perairan Banda Ambon, Maluku. Setelah komunikasi dengan pihak terkait, dipastikan bahwa nelayan dalam video tersebut berasal dari Kepulauan Banda Maluku Tengah.
Selain itu, tim yang dipimpin AKP Nico Mirontoneng juga mendatangi keluarga korban, salah satunya Bakran Lakoro, yang merupakan menantu salah satu korban. Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan perkembangan pencarian serta menggali informasi tambahan yang mungkin berguna dalam proses pencarian. Keterlibatan keluarga korban menjadi salah satu bagian penting dalam koordinasi pencarian.
Langkah berikutnya adalah berkoordinasi dengan awak kapal KM Sabuk Nusantara 75 untuk memberikan identitas nelayan yang hilang dan ciri-ciri perahu yang digunakan. Awak kapal diinstruksikan untuk memonitor perairan selama pelayaran dan membantu dalam pencarian. Berdasarkan hasil komunikasi dengan Koordinator Pos SAR Tahuna, pencarian sementara dihentikan sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Basarnas Manado.
(*Udy)














