Kapolsek Kendahe Menghadiri Kegiatan Pelatihan dan Penyuluhan Perlindungan Anak

Sangihe783 Dilihat

 

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Kapolsek Kendahe IPDA Chergli Sarite, S.Pd menghadiri Kegiatan Pelatihan dan Penyuluhan Perlindungan Anak dalam rangka Program Dana Desa Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan pada Jumat, 28 Februari 2025 bertempat di Balai Kampung Kendahe I, Kecamatan Kendahe.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam perlindungan anak, seperti perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Kepulauan Sangihe, pemerintah kecamatan, kepolisian, perangkat desa, serta tokoh masyarakat dan agama. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait hak-hak anak serta upaya perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.

 

Acara diawali dengan ucapan selamat datang oleh MC, dilanjutkan dengan doa oleh Nona Pdt. Relita Maatuil, S.Th. Setelah itu, Camat Kendahe, Drs. Suharto Mandiri, memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar.

 

Selanjutnya, sesi penyuluhan diisi oleh dua narasumber utama, yaitu Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rahel Dalawir, S.Pd, MAP, serta Kapolsek Kendahe, IPDA Chergli Sarite, S.Pd. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek perlindungan anak, mulai dari peraturan perundang-undangan yang berlaku hingga langkah-langkah konkret dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap anak. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda kekerasan pada anak dan cara melaporkan jika menemui kasus yang mencurigakan.

 

Acara i ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber. Berbagai pertanyaan diajukan, menunjukkan tingginya antusiasme dan kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan anak. Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, serta mampu mengambil tindakan preventif guna melindungi mereka dari ancaman kekerasan dan eksploitasi.

 

(*Udy)

 

 

 

 

 

Chergli Sarite, S.Pd