BPBD Tomohon Siaga Hadapi Idulfitri dan Cuaca Ekstrem

Tomohon455 Dilihat

Tomohon,Ekuatornews.com– Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Tomohon, Hengki Supit, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadapi perayaan Idulfitri serta potensi bencana akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar oleh Prokopim di ruang rapat Wali Kota Tomohon pada Kamis (20/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Hengki Supit menjelaskan bahwa BPBD telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan pencegahan terhadap bencana alam, seperti pohon tumbang dan tanah longsor. “Kami telah melaksanakan kegiatan mitigasi pada minggu lalu, khususnya di daerah-daerah rawan longsor di Kota Tomohon, termasuk akses jalan utama menuju Manado, jalan provinsi, jalan nasional, serta jalan lingkar timur dan barat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa daerah rawan bencana di Tomohon lebih banyak berada di akses jalan dibandingkan dengan permukiman. Oleh karena itu, BPBD berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk kepolisian, Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas, serta Dinas PUPR untuk menangani infrastruktur yang terdampak bencana.

Hengki juga menyoroti pentingnya penanganan pohon yang berisiko tumbang. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2019 atau 2020, tidak sembarang pohon dapat ditebang kecuali sudah berpotensi tumbang. “Penilaian mengenai kelayakan pohon harus dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan mempertimbangkan usia dan kondisi pohon. Jangan sampai justru menebang pohon yang masih berfungsi sebagai penahan longsor di daerah tebing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hengki mengingatkan bahwa longsor bukan hanya disebabkan oleh pohon tumbang, tetapi juga oleh kondisi tanah yang sudah labil di sekitar pohon. Oleh karena itu, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan kajian mendalam agar penanganan pohon tumbang dan longsor dapat dilakukan secara tepat dan tidak memperburuk kondisi lingkungan.

Dengan langkah-langkah ini, BPBD Tomohon berharap dapat meminimalisir dampak bencana selama perayaan Idulfitri dan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.