Hardiknas 2025, Manangkalangi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Seluruh Masyarakat Menciptakan Pendidikan Bermutu dan Inklusif

Sangihe818 Dilihat

 

Sangihe – Ekuatornews.com.-  Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Plt Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Julien Manangkalangi, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang bermutu dan inklusif.

 

Hal ini disampaikan Manangkalangi kepada sejumlah awak media saat Upacara Hardiknas Jumat, (02/05/2025) di Papanuhung Rumah Jabatan Bupati Sangihe. Ia menekankan bahwa tanggung jawab atas pendidikan tidak hanya berada di pundak para guru, tetapi juga menjadi kewajiban keluarga dan masyarakat.

 

“Pendidikan dimulai dari rumah. Keluarga adalah bagian dari sistem pendidikan yang tidak terpisahkan, baik dalam bentuk pendidikan formal maupun non-formal,” ujarnya.

 

Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam ekosistem pendidikan: pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Ketiga pihak ini harus bersinergi untuk memastikan kualitas pendidikan terus meningkat di Kepulauan Sangihe.

 

Dengan mengangkat tema Hardiknas 2025, Dinas Pendidikan Sangihe menegaskan komitmennya untuk memastikan semua anak, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tanpa diskriminasi.

 

“Semua anak Indonesia, khususnya anak-anak Sangihe, harus dipastikan mengeyam pendidikan,” tegas Manangkalangi.

 

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan inklusif adalah kunci dalam mewujudkan keadilan pendidikan. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar yang sama, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

 

“Pendidikan yang inklusif memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang, kondisi sosial, atau kemampuan individu,” katanya.

 

Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran seluruh pihak dalam mendukung dunia pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan tidak ada anak di Sangihe yang tertinggal dalam menggapai masa depan melalui pendidikan.

(*Udy)