Pastor Frantosius Pimpin Misa Perdana, Sekda Sangihe Serukan Sinergi Gereja dan Pemerintah

Sangihe747 Dilihat

 

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com. – Suasana penuh khidmat dan sukacita menyelimuti Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna pada Minggu (1/6/2025), saat umat berbondong-bondong menghadiri misa perdana Pastor Frantosius Kadoang, Pr. Misa ini menjadi ungkapan syukur atas tahbisan imamat yang diterimanya bersama lima rekan imam lainnya pada 3 Mei 2025 lalu.

Dalam perayaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe turut menyampaikan apresiasi dan harapan. Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolf, ST, ME, yang hadir mewakili Bupati Michael Thungari, menyampaikan selamat kepada para imam baru serta menekankan pentingnya sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam pembangunan daerah.

 

“Kehadiran para imam, termasuk Pastor Frantosius, adalah berkat bagi umat dan masyarakat. Pemerintah sangat mengapresiasi Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna yang selama ini terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan,” ujar Sekda Wolf.

 

 

 

Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat demi pelayanan masyarakat yang lebih baik.

 

“Semoga kerja sama ini terus berkembang sebagai misi bersama dalam melayani umat dan membangun Sangihe yang beriman dan bermartabat,” tambahnya.

 

 

 

Dalam homilinya, Pastor Frantosius menyampaikan refleksi mendalam berdasarkan Injil Yohanes 17:20–26 yang dibacakan pada Hari Minggu Paskah VII, bertepatan dengan peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia. Ia menyoroti inti doa Yesus menjelang sengsara, yakni permohonan akan kesatuan.

 

“Yesus tidak meminta kekayaan atau kekuasaan untuk murid-murid-Nya. Ia hanya meminta satu hal: supaya mereka menjadi satu, sebagaimana Aku dan Engkau, ya Bapa, adalah satu,” ungkap Pastor Frantosius.

 

 

 

Ia menegaskan bahwa kesatuan bukan sekadar tampilan luar, melainkan harus tumbuh dari kasih dan spiritualitas yang tulus. Menurutnya, kesatuan sejati adalah kesaksian hidup yang mampu menyatakan kehadiran Kristus di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.

 

“Perpecahan adalah batu sandungan dalam pewartaan. Tapi kalau kita bersatu, dunia bisa percaya bahwa memang benar Allah telah mengutus Yesus,” tegasnya.

 

 

 

Pastor Frantosius juga mengajak umat untuk menyadari bahwa keselamatan bukan hanya janji masa depan, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari yang penuh kasih, pelayanan, dan persatuan.

 

> “Kemuliaan bersama Kristus dimulai dari sekarang—dari cara kita hidup, mencintai, melayani, dan menyatukan,” tandasnya.

 

 

 

Misa perdana ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi Pastor Frantosius dalam memulai perjalanan imamatnya, tetapi juga bagi seluruh umat untuk memperbaharui komitmen sebagai Gereja yang hidup, bersatu, dan melayani.

 

Hadir dalam perayaan tersebut umat dari seluruh wilayah paroki serta lima dari enam imam baru Diosesan Keuskupan Manado yang ditahbiskan bersama Pastor Frantosius, yakni Pastor Valentino Pandelaki Pr, Pastor Perdianus Poida Pr, Pastor Yohanes Bosco Pontoh Pr, Pastor Christian Theofilus Pontoh Pr, dan Pastor Gregorius Anselmus Legi Pr.

 

Misa berlangsung dengan penuh semangat sinodal, mencerminkan kolaborasi erat antara Gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan iman dan masyarakat yang lebih bermartabat di Kepulauan Sangihe.

 

(*Udy)