Tim Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Pulau Kawio Diduga Hilang Saat Melaut

Sangihe321 Dilihat

Sangihe – Ekuatornews.com. – Seorang nelayan asal Pulau Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dilaporkan hilang saat melaut sejak Senin (14/7/2025). Nelayan tersebut diketahui bernama Muksin Pangumpia, laki-laki berusia 50 tahun, warga Kampung Kawio.

Peristiwa ini diketahui berdasarkan laporan dari istri korban, Rosminda Barahama (42), yang menyampaikan bahwa suaminya pergi melaut pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Setelah sempat kembali ke rumah untuk mengantar hasil tangkapan pada pukul 10.30 WITA, korban kembali turun melaut sekitar pukul 11.30 WITA. Hingga malam hari, korban tak kunjung kembali.

“Kami sudah meminta agar beliau tidak turun melaut lagi karena sudah ada berkat dari hasil tangkapan sebelumnya. Tapi suami tetap berangkat,” ujar Rosminda kepada pihak aparat kampung.

Khawatir dengan keselamatan suaminya, Rosminda mendatangi Kapitalaung Kampung Kawio, Bhatin Mamintade, pada pukul 19.30 WITA untuk melaporkan bahwa Muksin belum juga pulang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapitalaung segera mengumumkan kejadian melalui pengeras suara (toa) dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan pencarian.

Sekitar pukul 20.30 WITA, tiga unit pambout (perahu) dikerahkan oleh warga untuk mencari korban di sekitar perairan Pulau Kawio, namun belum membuahkan hasil. Pencarian kembali dilanjutkan oleh pemerintah kampung dan warga pada keesokan harinya, Selasa (15/7), mulai pukul 06.00 WITA.

Sementara itu, Libra Astuti Pangumpia, kerabat korban yang berada di luar Pulau Kawio, mengaku mendapat kabar hilangnya Muksin melalui telepon dari saudara kandungnya, Adelfin Pangumpia, dan melihat sejumlah unggahan di media sosial Facebook terkait upaya pencarian yang dilakukan masyarakat.

Analisa sementara menyebutkan bahwa dugaan hilangnya nelayan bisa disebabkan oleh cuaca ekstrem atau kerusakan pada perahu pambout yang digunakan korban.

Prediksi arus laut mengindikasikan kemungkinan korban hanyut ke wilayah perairan Tahuna atau bahkan ke perairan Kalimantan, mengingat arus laut di sekitar lokasi kerap berubah arah antara utara dan barat.

Langkah-langkah yang telah diambil oleh aparat setempat antara lain:

Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Kapitalaung Kawio.

Kapitalaung telah menghubungi Basarnas Kabupaten dan Provinsi.

Kanit Intelkam Polsek Marore melakukan penggalangan informasi dan pulbaket terhadap para saksi.

Melaporkan kejadian ke Kapolsek Marore.

Rekomendasi tindak lanjut:

Personel Polsek Marore, Pospol Kawio, dan Matutuang terus melakukan pemantauan perkembangan situasi.

Monitoring isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait kejadian ini guna mencegah penyebaran informasi tidak akurat.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap nelayan Muksin Pangumpia masih terus berlangsung. Pihak keluarga dan masyarakat berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

 

 

(*udy)