
Manado, EkuatorNews.com – Suasana Ruang Tolu Kantor Wali Kota Manado, Rabu (30/7/2025) pagi, awalnya tampak formal dan tertib.
Karena digelar acara pelantikan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Ketua Kwartir Ranting (KaKwaran) Gerakan Pramuka se-Kota Manado oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdiknas) Manado.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Sekretaris Kwarda Pramuka Sulut dan beberapa pejabat Pemkot Manado.
Namun, di balik prosesi yang tampak resmi itu, muncul gelombang kritik dari para pegiat dan pengurus resmi Gerakan Pramuka Manado.
Pasalnya, pelantikan ini dinilai melanggar tatanan organisasi dan mencederai semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, khususnya Darma ke-10: “Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan.”
Kak Dinand Kawetik, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Manado angkat bicara dan menyayangkan keras tindakan Kadisdiknas.
“Kadisdiknas tidak punya kewenangan apalagi kapasitas untuk melantik. Itu bukan domainnya. Gerakan Pramuka bukan milik Kadisdiknas, dan seharusnya yang melantik adalah Ketua Kwarcab yang sah, Kak Josua Pangkerego,” tegas Kak Dinand.
Ia pun mempertanyakan maksud di balik aksi sepihak ini. “Apakah Kadisdiknas hendak memosisikan diri sebagai Ketua Kwarcab tandingan? Ini sungguh membingungkan!” tambahnya.
Kehadiran Sekretaris Kwarda Sulut, Kak Eli Sopacoli, juga dinilai tidak pada tempatnya. Menurut aturan organisasi, pelantikan Mabiran dan KaKwaran merupakan kewenangan Kwartir Cabang, bukan wilayah kerja Kwarda.
Yang makin memperjelas bahwa acara ini di luar sepengetahuan struktur resmi, adalah pernyataan dari Ketua Kwarcab Manado, Kak Josua Pangkerego sendiri. Saat ditemui usai mengkonfirmasi langsung ke Wali Kota Andrei Angouw, beliau menyatakan:
“Saya tidak tahu-menahu. Bahkan Pak Wali sendiri kaget dan mengaku tidak pernah menugaskan siapapun untuk acara itu,” ungkap Kak Josua.
Kritik serupa juga datang dari para Kamabigus dan komunitas Pramuka di Kota Manado. Banyak yang menilai, acara ini justru merusak marwah Gerakan Pramuka yang seharusnya dijaga dengan kesatria, bukan ambisi.
“Tidak elok jika Pramuka ditangani oleh mereka yang tidak paham, atau terlalu ambisius dalam jabatan,” tutup Kak Grif sambil mengucap salam hangat khas Pramuka, “Salam Pramuka!”
(/ENC)









