Bupati Thungari Buka Grand Final Sepak Bola Perempuan GMIST: Sportivitas dan Persaudaraan Dikedepankan

Sangihe589 Dilihat

 

Sangihe – Ekuatornews.com. – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE, MM, menghadiri dan menyaksikan langsung pertandingan grand final Turnamen Sepak Bola Perempuan yang digelar oleh Sinode Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST), bertempat di Lapangan Gesit Tahuna, Sabtu (2/8/2025).

Turnamen yang diikuti oleh delapan tim sepak bola perempuan ini telah memasuki babak final, dan pertandingan sore itu mempertemukan dua tim dari Grup A, yaitu Tim Sion Sawang Jauh melawan Tim Imanuel Dame. Pembukaan pertandingan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Bupati Michael Thungari bersama Ketua Sinode GMIST sebagai simbol dimulainya laga.

Pertandingan berlangsung sengit dan menunjukkan semangat kompetitif dari kedua tim. Skor pada babak pertama masih imbang 0-0. Memasuki babak kedua, Tim Sion Sawang Jauh berhasil memecah kebuntuan melalui gol tunggal yang dicetak oleh pemain nomor punggung 10, Veronica Samadi. Hingga menit ke-50, skor tetap bertahan 1-0 dan setelah tambahan waktu 7 menit, pertandingan berakhir dengan kemenangan bagi Tim Sion Sawang Jauh.

Usai laga tersebut, pertandingan kedua dilanjutkan antara Tim Efrata Haasi melawan Tim Betlehem Peling Sawang yang juga berasal dari Grup A.

Dalam sambutannya, Bupati Thungari menegaskan bahwa tujuan utama dari turnamen ini bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan untuk mempererat rasa persaudaraan dan menjaga keharmonisan, terlebih dengan hadirnya tamu dari luar daerah.

“Hari ini pertandingan yang digelar oleh Sinode GMIST bukanlah semata-mata untuk mengejar juara, tetapi bagaimana kita menjaga tamu kita dari luar. Mari kita jadi tuan rumah yang baik, memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua yang hadir,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya keadilan dalam kepanitiaan dan kepemimpinan pertandingan, serta berharap turnamen ini berjalan lancar hingga selesai.

“Saya meminta kepada seluruh panitia dan para wasit agar berlaku seadil-adilnya dan semoga pertandingan ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Turnamen ini menjadi bukti nyata peran olahraga dalam mempererat persatuan antar jemaat dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi perempuan di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

 

(*Udy)