BMI Gelar FGD, Bahas Transportasi Publik yang Efisien dan Protektif Bagi Masyarakat

Berita Utama290 Dilihat

Foto bersama usai pelaksanaan FGD.

Manado, EkuatorNews.com – Brigade Manguni Indonesia (BMI) menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Kelayakan Transportasi Publik yang Efisien dan Protektif Bagi Masyarakat”, bertempat di Aula Fakultas Hukum Unsrat, Rabu (20/8/2025).

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris Dinas Perhubungan Manado, Donald Wilar ME, serta akademisi Unsrat: Ir. Semuel Rompis ST MT, Carlo Gerungan SH MH, Drs. Jefri C. Paat MSi dan Dr. Rudy Wenas SE MM serta GM PT Max Auto Indonesia Budi Dirgantoro sebagai investor.

Dari jajaran BMI, hadir pula Walian Wangko Pdt. Renata Ticonuwu STh, Plt Tonaas Wangko Joldy Paat, Sekretaris Jenderal BMI Marhcel Maramis SH MH, serta pengurus DPT lainnya.

Menurut Walian Wangko BMI, Renata Ticonuwu, FGD ini merupakan salah satu langkah BMI untuk ikut mencari solusi transportasi di Kota Manado.

“Kita ingin melihat, apakah transportasi yang ada saat ini, baik mikrolet, angkutan online, sampai yang terbaru yaitu bajaj, bisa menjadi transportasi modern ke depan,” ujarnya.

Renata menambahkan, persoalan transportasi darat di Manado bukan hanya soal kemacetan, tetapi juga berkaitan dengan tenaga kerja.

Ia menyoroti menurunnya jumlah sopir mikrolet yang beroperasi.

“Harus ada langkah antisipasi. Sopir-sopir mikrolet yang sudah tidak bekerja mungkin bisa diarahkan ke transportasi aplikasi online. Kalau bajaj pun bisa diterima masyarakat dan ada regulasi jelas, kenapa tidak?” tegasnya.

Dikatakannya, FGD ini menghasilkan beberapa pandangan dari para pakar dan peserta.

Nantinya, BMI akan membentuk tim perumus untuk menyusun rekomendasi resmi yang akan diserahkan ke pihak berwenang, termasuk pemerintah kota.

“BMI berharap hasil kajian ini menjadi langkah maju dalam menata transportasi darat di Manado agar lebih efisien, aman, dan berpihak pada masyarakat,” tandasnya.

(Benny Manoppo)