Konferensi pers bersama pimpinan Unsrat, MPM dan BEM, Selasa (5/5/2026).
Manado, EkuatorNews.com — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) akhirnya buka suara terkait sejumlah isu yang beredar di media, mulai dari kabar keterlibatan mahasiswa dalam aksi demo hingga tuduhan liar yang menyerempet nama pimpinan kampus.
Dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026), Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ralfie Pinasang SH MH, didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi, M.Sc, menegaskan bahwa Unsrat perlu meluruskan berbagai informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
“Ada beberapa hal yang harus kami sampaikan, termasuk isu aksi demo yang disangkutpautkan dengan mahasiswa Unsrat. Ini penting untuk kami luruskan sekaligus memberi edukasi tentang peran dan fungsi mahasiswa,” ujar Pinasang.
Rektor Unsrat Tidak Terlibat Kasus Korupsi
Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus juga menegaskan bahwa Rektor Unsrat tidak terlibat dalam kasus korupsi apa pun, menyusul munculnya rumor dan insinuasi yang berkembang di luar kampus.
“Kami tegaskan, Rektor Universitas Sam Ratulangi tidak terlibat dalam kasus korupsi seperti yang digaungkan di luar. Informasi itu tidak benar. Jangan sampai kampus dibawa pada opini yang menyesatkan,” tegas Pinasang.
Ia menambahkan, pemberitaan yang tidak tepat dapat merusak reputasi institusi dan menciptakan keresahan di kalangan mahasiswa.
Isu Demo: Mahasiswa yang Disebut Ternyata Alumni
Salah satu isu yang diluruskan adalah kabar bahwa mahasiswa Unsrat ikut aksi demo di Polda Sulut. Setelah dilakukan pengecekan, kampus menemukan fakta yang berbeda.
“Setelah kami cek, ternyata yang bersangkutan bukan mahasiswa aktif. Sudah alumni,” jelas Pinasang.
Ia menekankan bahwa mahasiswa memang memiliki hak menyampaikan aspirasi, namun tetap harus mengikuti aturan, salah satunya harus memiliki izin resmi dan tetap memprioritaskan kuliah.
Koordinasi Internal Lemah di Aksi-Aksi Sebelumnya
Ketua MPM Unsrat, Justin Anlo, juga mengakui bahwa kalaupun ada mahasiswa yang ikut aksi, itu sifatnya oknum, bukan representasi organisasi mahasiswa resmi kampus.
“Untuk aksi-aksi yang terjadi kemarin, tidak ada koordinasi internal sama sekali,” katanya.
BEM Unsrat: Kami Tidak Terlibat Demo
Di sisi lain, Ketua BEM Unsrat Solideo Saul menegaskan bahwa BEM tidak terlibat dalam aksi demo di Polda Sulut.
“Sebagai kaum intelektual, kami berpihak pada kebenaran. Kami tegaskan tidak terlibat dalam aksi demo tersebut,” ujarnya.
Konferensi pers ini juga dihadiri Humas Unsrat Philep Regar, yang memastikan bahwa seluruh informasi telah diverifikasi agar tidak terjadi simpang siur.
(Enny(






















