
Ekuatornews.com. – Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST) menggandeng Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam upaya membantu warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terdampak bencana alam.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Tanggap Bencana GMIST, Pdt. Rovie F. Mardesa, kepada awak media saat ditemui di Kantor Sinode GMIST, Selasa (20/01/2026).
Pdt. Rovie menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam penanganan bencana di Sitaro, khususnya jajaran Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Tentunya kami selaku panitia sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama RSUD Liun Kendage Tahuna, Puskesmas Tona, serta rekan-rekan tenaga kesehatan yang telah berpartisipasi dan peduli terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Kabupaten Sitaro,” ujar Pdt. Rovie.
Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, yang turun langsung mengantar berbagai bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut meliputi bahan pokok, pakaian layak pakai, masker dari IDI melalui dr. Aprikonus D. Loris, seragam anak sekolah, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Selain itu, GMIST juga menerima dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengingat salah satu anggota sekretariat tim tanggap bencana GMIST merupakan pegawai di instansi tersebut.
Untuk kebutuhan perlengkapan sekolah, GMIST memanfaatkan donasi Pundi Ekstra Jemaat se-GMIST, serta sumbangan para donatur yang masuk langsung ke rekening tanggap bencana GMIST.
Pdt. Rovie menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang telah dikumpulkan sejak 7 Januari 2026 atau selama kurang lebih 13 hari, direncanakan akan diberangkatkan pada malam hari menggunakan kapal laut melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, khususnya Syahbandar, bersama agen KM Sabuk Nusantara 109.
“Kami mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar proses pengantaran bantuan ini berjalan lancar dan tim kami tiba di Pulau Siau dalam keadaan selamat,” tuturnya.
Sebanyak 16 personel Tim Tanggap Bencana GMIST akan terlibat langsung dalam pendistribusian bantuan. Selain fokus pada penyaluran logistik, tim juga akan melakukan penguatan psikologis dan pendampingan trauma healing bagi warga terdampak bencana.
Ketua Tanggap bencana GMIST berharap, sinergi lintas sektor ini dapat meringankan beban masyarakat Sitaro serta menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di tengah situasi bencana.
(*Udy)

















