Tulude Jemaat GMIST Nazaret Lesa, Bupati Sangihe Tegaskan Makna Syukur, Iman, dan Jati Diri Budaya

Sangihe258 Dilihat

Ekuatornews.com. – Jemaat GMIST Nazaret Lesa menggelar perayaan adat Tulude pada Kamis, (5/02/2026) sebagai ungkapan syukur iman sekaligus pelestarian nilai budaya Sangihe. Perayaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., bersama rombongan.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa perayaan Tulude tahun ini memiliki makna khusus karena sebelumnya, pada 31 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah melaksanakan syukur adat Tulude yang diselaraskan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ke-601.

“Momentum tersebut menjadi perayaan bersama yang sarat makna sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, sekaligus peneguhan jati diri budaya masyarakat Kepulauan Sangihe,” ujar Thungari.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Jemaat GMIST Nazaret Lesa serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan rangkaian perayaan Tulude, baik dalam rangka HUT daerah ke-601 maupun perayaan adat jemaat.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih secara pribadi atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam perayaan Tulude Jemaat GMIST Nazaret Lesa.

“Kehadiran saya dalam acara yang sakral ini merupakan sebuah kehormatan besar. Tulude yang kita rayakan merupakan hasil dari gagasan kebersamaan dan kerja tulus seluruh warga jemaat yang dengan setia menjaga kelestarian adat sebagai warisan iman dan budaya yang luhur,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Tulude merupakan perjumpaan batin yang sakral antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam ciptaan, serta manusia dengan para leluhur. Dalam suasana Tulude, seluruh dimensi kehidupan dipertemukan dalam satu kesadaran iman dan budaya sebagai ungkapan syukur serta doa pengharapan bagi masa depan.

“Tulude mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, merefleksikan perjalanan hidup, mengenang proses perjuangan, dan mensyukuri berkat Tuhan dalam masa suka maupun duka,” tutur Thungari.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Tulude harus dihidupi, bukan sekadar dirayakan secara seremonial, melainkan diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata sehari-hari.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh warga Jemaat GMIST Nazaret Lesa untuk menjadikan perayaan Tulude sebagai momentum pembaruan dan penguatan komitmen bersama dalam menjaga persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta berperan aktif mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Kabupaten Kepulauan Sangihe yang beriman, berbudaya, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Panitia Tulude Jemaat GMIST Nazaret Lesa, Jhon Alvian Manossoh, S.E., menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Bupati Kepulauan Sangihe beserta rombongan yang telah berkenan hadir dalam pelaksanaan syukur adat Tulude.

“Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi Jemaat GMIST Nazaret Lesa, karena perayaan Tulude dihadiri langsung oleh pimpinan daerah. Di tengah kesibukan dan padatnya agenda, Bapak Bupati tetap meluangkan waktu untuk hadir bersama kami,” ujar Manossoh.

Ia menambahkan, atas nama panitia dan seluruh warga jemaat, pihaknya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian serta dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terhadap pelestarian adat dan budaya Sangihe yang berakar kuat pada nilai iman.

(*Udy)