
Kepala Satpol PP Manado, Novly Siwi, komitmen penegakan Perda dilakukan secara menyeluruh.
Manado, EkuatorNews.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado (Satpol PP) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan kota.
Tak kenal waktu, operasi dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan selama 24 jam penuh.
Penegakan aturan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Perda Ketertiban Umum, Perda Sampah hingga Perda tentang Bangunan Gedung.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Satpol PP Manado, Novly Siwi, kepada awak media, Rabu (25/2/2026).
“Satpol-PP Manado beroperasi bukan karena menghadapi hari besar keagamaan seperti bulan puasa, tetapi memang sudah menjadi tugas kami setiap hari untuk menegakkan Perda. Jika ada pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegas Novly.
Ia menjelaskan, selain melakukan pengawasan rutin, pihaknya juga aktif melakukan pembersihan jalan serta razia terhadap pedagang kaki lima (PKL), baik yang musiman maupun yang sudah lama berjualan di titik-titik terlarang.
Menurutnya, penertiban bukan sekadar soal kebersihan kota, tetapi juga bentuk konsistensi dalam menegakkan aturan. Jalan dan trotoar, katanya, bukan diperuntukkan sebagai lokasi berjualan.
“Kami tidak bosan-bosannya menegur dan mengedukasi para pedagang agar menaati aturan yang berlaku di Kota Manado,” ujarnya.
Beberapa lokasi yang kerap menjadi titik pelanggaran antara lain kawasan sekitar KONI, penjual kacang, helm, hingga pedagang parang dan rujak yang sudah berulang kali ditertibkan. Namun, fenomena yang sama sering terulang.
“Memang ini menyangkut kehidupan mereka, sehingga setelah ditertibkan sering kembali lagi. Tapi kami tetap konsisten melakukan pengawasan dan penertiban,” tambahnya.
Tak hanya itu, Satpol PP juga rutin menertibkan pedagang yang berjualan di luar areal pasar.
Meski sudah diperingatkan, masih ada oknum yang kembali melanggar.
Di akhir pernyataannya, Novly berharap seluruh masyarakat, khususnya para pedagang, dapat bekerja sama demi menciptakan Kota Manado yang tertib, maju, dan sejahtera.
“Kami berharap ada kesadaran bersama. Aturan dibuat untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya.
(***/Enny)












