Wali Kota Andrei Angouw menegaskan sosialisasi Sekolah Tangguh sangat penting untuk membangun karakter dan masa depan generasi muda di Kota Manado.
Manado, EkuatorNews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado menggelar Sosialisasi Penguatan Sekolah Tangguh yang berlangsung di SMP Eben Haezar Manado, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Manado, Peter Karl Bart Assa.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Manado memberikan apresiasi atas pelaksanaan program Penguatan Sekolah Tangguh yang bertujuan memperkuat berbagai aspek penting di lingkungan pendidikan.

Mulai dari pencegahan narkoba, kewaspadaan terhadap paham terlarang, literasi vaksinasi, pengendalian gratifikasi, hingga literasi dan advokasi terkait TKA, SPMB serta pengelolaan dana BOSP.
Wali Kota Andrei Angouw menegaskan bahwa program ini sangat penting untuk membangun karakter dan masa depan generasi muda di Kota Manado.
“Pemerintah Kota sangat mengapresiasi kegiatan yang baik ini. Semoga dengan penguatan sekolah tangguh ini dapat bermakna bagi kita semua, terlebih khusus bagi anak-anak kita,” ujar Andrei dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa tujuan utama bernegara adalah menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dengan negara lain. Menurutnya, peningkatan SDM harus dimulai sejak dini melalui pendidikan di sekolah.
“Kita harus punya SDM yang unggul, dimulai dari sekolah. Jangan sampai anak-anak kita rusak karena narkoba, karena itu akan menghancurkan masa depan mereka. Bukan hanya masa depan pribadi, tapi juga masa depan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Andrei turut menyinggung persoalan sampah di Kota Manado yang menurutnya sudah cukup memprihatinkan. Ia berharap sekolah dapat menjadi bagian dari solusi melalui edukasi kepada para siswa.

“Kita harus menjaga lingkungan kita, jangan membuang sampah sembarangan. Kami akan terus mensosialisasikan ini di sekolah-sekolah agar para siswa bisa menjaga lingkungan tetap bersih, bahkan bisa menegur orang tua mereka agar tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti maraknya kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) di kalangan pelajar. Andrei meminta para kepala sekolah dan guru untuk lebih aktif memantau perilaku siswa di lingkungan sekolah.

“Saya berharap kepala sekolah dan guru terus memonitor siswa. Karena ada kejadian di SMP Negeri 1 Manado, siswa kedapatan membawa sajam. Pemerintah kota sudah bekerja sama dengan Polresta Manado untuk menindak tegas persoalan ini dan kami akan melakukan sidak di sekolah-sekolah,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Manado, BNN Manado, Densus 88, serta Inspektorat Kota Manado.
Acara tersebut turut dihadiri para kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah di Kota Manado sebagai bagian dari upaya memperkuat lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh.
(***/Enny)


























