Foto bersama pimpinan PT Pegadaian saat Safari Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar oleh Pegadaian Kanwil V Manado di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Senin (9/3/2026).
Manado, EkuatorNews.com — PT Pegadaian kembali menunjukkan taringnya di industri keuangan.
Perusahaan pelat hijau ini mencatat lonjakan transaksi yang begitu signifikan dalam beberapa waktu terakhir, bahkan lebih dari 50 persen secara year on year.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Direktur PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, saat menghadiri Safari Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar oleh Pegadaian Kanwil V Manado di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Senin (9/3/2026).
Menurut Budi, performa Pegadaian saat ini berada pada fase growth yang sangat kuat. “Pertumbuhan kami sangat pesat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian semakin besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan omzet ini tidak bisa dilepaskan dari semakin luasnya akses layanan yang diberikan melalui berbagai kanal, mulai dari outlet, aplikasi digital, hingga layanan berbasis komunitas yang memudahkan masyarakat bertransaksi kapan saja.
Meski demikian, Budi memastikan Pegadaian tidak hanya fokus mengejar ekspansi.
“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pertumbuhan itu harus sehat, likuiditas stabil, dan integritas dalam proses bisnis harus dijaga,” jelasnya.
Ekspektasi Publik Meningkat, Pelayanan Jadi Kunci
Budi juga menyampaikan bahwa perkembangan pesat Pegadaian otomatis membuat ekspektasi masyarakat semakin tinggi.
Transformasi digital, pengembangan konsep bullion bank atau bank emas, hingga penguatan layanan frontliner terus menjadi perhatian publik.
Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dianggap sebagai misi utama.
“Banyak nasabah datang karena butuh emas atau pembiayaan. Tapi mereka kembali karena merasa nyaman dan percaya. Nah, pengalaman layanan itu yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Budi menyebut bahwa Pegadaian menargetkan diri menjadi top 5 perusahaan nasional dalam customer experience.
“Pelayanan harus konsisten, lebih sabar, dan berkelas,” kata Budi.
Safari Ramadan: Silaturahmi, Tausiyah, dan Pesan Integritas
Kegiatan Safari Ramadan kali ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan keluarga besar Pegadaian di Sulawesi Utara.
Acara berlangsung hangat dengan rangkaian buka puasa bersama.
Hadir pula pendakwah Drs. H. Umar Maliki, yang memberikan tausiyah tentang pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Budi menambahkan, pesan spiritual di bulan suci ini harus menjadi pengingat bagi seluruh insan Pegadaian.
“Pertumbuhan bisnis memang pesat, tapi reputasi perusahaan hanya bisa dijaga dengan pelayanan yang profesional, jujur, dan bertanggung jawab,” tandasnya.
(***/Enny)




























