
KAIMANA, EkuatorNews.com – Pemerintah Daerah (Kabupaten Kaimana memiliki salah program unggulan disektor pertanian yakni program Sejuta Pala.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana Alexander Furay saat ditemui awak media, Kamis (9/4/2026).
“Pengembangan komoditas pala telah dilakukan secara berkelanjutan hingga sekarang dan ini menjadi salah satu program unggulan dari Pemerintah Daerah dibidang pertanian,” ujar Alexander Furay.
Lebih lanjut, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Alexander Furay menjelaskan, hingga saat ini luas lahan pala di Kabupaten Kaimana tercatat mencapai sekitar 13.000 hektare dan dari total tersebut hampir setengahnya telah memasuki masa produksi aktif.
“Pengembangan pala ini memang dilakukan dalam skala besar dan berjalan rutin sampai sekarang. Dari luas area yang ada, sebagian besar sudah mulai menghasilkan,” jelas Alex sapaan akrab Alexander Furay.
Alex Furay melanjutkan, produksi pala di Kabupaten Kaimana dalam dua tahun terakhir diperkirakan mencapai sekitar 1.000 Ton atau setara dengan satu juta Kilogram.
“Pala di Kaimana dengan harga jual yang bervariasi antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per Kilogram, dapat menghasilkan perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya,” ungkapnya.
“Kalau dihitung sederhana, satu juta Kilogram dikalikan harga rata-rata Rp 40.000, maka uang yang beredar bisa mencapai sekitar 40 sampai 60 miliar. Itu merupakan aliran uang dari luar daerah yang masuk langsung ke masyarakat,” sambungnya.
Meski demikian, Alex mengakui kontribusi langsung sektor pala terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum terukur secara maksimal, terutama terkait mekanisme retribusi maupun pajak dari aktivitas perdagangan pala.
“Kita belum mengetahui, apa kah ada retribusi dari para pembeli pala ke pajak, namum dari besaran pengiriman kita dapat menghitung berapa besar uang yang masuk ke Kaimana,” ucapnya.
Namun demikian, Alex menegaskan bahwa dampak ekonomi nyata sudah dirasakan masyarakat karena meningkatnya aktivitas perdagangan dan pengiriman hasil pala keluar Kaimana.
Ia pun membeberkan Pemerintah Daerah menargetkan melalui penguatan program Sejuta Pala serta dukungan kebijakan pembangunan kampung, termasuk program “Satu Miliar Satu Kampung”, Kabupaten Kaimana dapat menjadi sentra pala nasional pada periode 2030 hingga 2035.
“Proyeksinya kedepan Kabupaten Kaimana dapat menjadi sentra pala nasional pada periode 2030 hingga 2035 dan ini sangat memungkinkan jika program Sejuta Pala bisa berjalan konsisten, saat ini berdasarkan data nasional, luas area dan produksi pala Papua Barat menempati urutan ketiga atau keempat skala Nasional, sedangkan Kaimana berada pada posisi kedua setelah Fak-Fak untuk skala Papua Barat,” tandasnya.(REI)



















