Kasus Kekerasan Anak di Sangihe Meningkat, UPTD PPA Rekap 9 Laporan

Sangihe25 Dilihat
Oplus_131072

Ekuatornews.com. – Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih menjadi perhatian serius. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat sebanyak 9 kasus perlindungan anak sejak Januari hingga 23 April 2026.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kepulauan Sangihe, Christina Sandra Pontolawokang, S.A.P, kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Menurut Pontolawokang, dari total 9 kasus yang ditangani, 7 kasus merupakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, sementara 2 kasus lainnya berkaitan dengan kekerasan psikis.

“Sejak Januari sampai 23 April 2026 sudah ada 9 kasus yang masuk dan ditangani. Dari jumlah tersebut, 7 kasus kekerasan seksual di bawah umur dan 2 kasus psikis,” jelas Pontolawokang.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap korban, baik melalui layanan psikologis maupun koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

UPTD PPA juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengetahui adanya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, karena setiap laporan akan ditindaklanjuti demi melindungi korban serta mencegah kasus serupa terulang.

Selain itu, Pontolawokang berharap peran keluarga dan lingkungan semakin diperkuat dalam menjaga anak-anak dari ancaman kekerasan seksual, terutama di era perkembangan sosial yang semakin kompleks.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak semua pihak untuk peduli dan aktif mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.

(*Udy)