Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30.
Manado, EkuatorNews.com — Lapangan Sparta Tikala menjadi pusat perhatian pada Senin (4/5/2026) saat Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran, HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas, serta apel kerja perdana ASN Pemerintah Kota Manado.
Upacara berlangsung khidmat di hadapan jajaran Forkopimda dan seluruh pejabat Pemkot Manado.
Dalam amanatnya, Sualang menegaskan bahwa momen Otda harus dimaknai sebagai penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan adalah kunci untuk mendorong keberhasilan pembangunan nasional.
“Indonesia adalah negara besar dengan potensi daerah yang beragam. Namun, kekuatan tersebut tidak akan maksimal tanpa sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Sualang saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Tema Otda 2026: “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”
Tema ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan bertanggung jawab. Pemerintah pusat juga menyoroti delapan klaster prioritas nasional, meliputi:
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi industri
- Infrastruktur & ketahanan bencana
- Ekonomi kerakyatan
- Penurunan kemiskinan
Selain itu, reformasi birokrasi berbasis digital turut menjadi fokus. Pemerintah mencatat sudah ada 35 Mal Pelayanan Publik (MPP) yang beroperasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan publik.
Isu-isu Strategis yang Diangkat: dari Fiskal Daerah hingga Pengelolaan Sampah
Sualang memaparkan bahwa tantangan kapasitas fiskal daerah masih besar. Dari 546 daerah di Indonesia, 469 di antaranya memiliki kapasitas fiskal lemah, sehingga masih bergantung pada transfer pusat.
Isu lintas daerah seperti pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Pada 2025, terdapat 16,2 juta ton sampah per tahun yang belum terkelola optimal, menggambarkan pentingnya kolaborasi antarwilayah.
Ketimpangan pembangunan ikut disorot, terlihat dari rasio gini nasional yang berada di angka 0,375. Namun, kondisi ekonomi relatif stabil, dengan inflasi 3,48% (yoy) per Maret 2026 dan pertumbuhan ekonomi 5,39% pada triwulan IV 2025.
Penguatan Kapasitas Daerah Jadi Kunci
Menurut Sualang, untuk mewujudkan otonomi daerah yang efektif, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, optimalisasi keuangan daerah, serta percepatan transformasi digital harus terus dilakukan.
Menutup amanatnya, Sualang mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi.
“Semangat otonomi daerah harus menjadi motor penggerak dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
(***/Enny)




























