Buka Bimtek Pendamping Samisaka, Asisten I Setda Kaimana Tekankan Transparansi dan Profesionalisme

Papua Barat43 Dilihat
“Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kaimana, Yacob Ahimza Irre Warere saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan bimtek pendamping program Samisaka”

KAIMANA, EkuatorNews.com — Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kaimana, Yacob Ahimza Irre Warere, S.STP, M.Si, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Kampung Bantuan Keuangan Khusus Program Prioritas Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka) di Gedung Pertemuan Krooy, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutannya, Yacob Ahimza Irre Warere menegaskan sejumlah hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh pendamping kampung dalam menjalankan tugas pendampingan program pembangunan di masyarakat.

Ia meminta para pendamping membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, perempuan, pemuda, hingga seluruh unsur masyarakat di kampung.

“Pendamping kampung harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan program,” tegas Yacob di hadapan para fasilitator dan peserta Bimtek.

Selain itu, ia juga menekankan agar penggunaan anggaran benar-benar difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, para pendamping kampung dituntut terus meningkatkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pendampingan di lapangan.

Yacob menjelaskan bahwa Program Samisaka merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana dalam mempercepat pembangunan kampung.

“Ini bukan sekadar penyaluran anggaran, tetapi merupakan instrumen pembangunan yang harus dikelola secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan pendamping kampung maupun pendamping tingkat kabupaten memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Saudara-saudari merupakan ujung tombak dalam memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Pendamping harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus pengawas dalam pelaksanaan program pembangunan kampung,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Yacob berharap melalui kegiatan Bimtek tersebut seluruh peserta dapat memahami secara menyeluruh mekanisme pengelolaan bantuan keuangan khusus, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga evaluasi kegiatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan Bimtek tersebut dengan baik.

Hadir dalam kesempatan itu, Dinas Inspektorat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bappeda, Kepala Distrik se-Kabupaten Kaimana dan 168 Pendamping Kampung. (REI)