Dinkes Sangihe Imbau Warga Waspada Hantavirus, Penularan Berasal dari Tikus Terinfeksi

Sangihe31 Dilihat

 

Ekuatornews.com. – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Hantavirus, yakni penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelompok rodensia atau tikus.

 

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, menjelaskan bahwa penularan Hantavirus umumnya terjadi akibat paparan cairan tubuh tikus yang telah terinfeksi, seperti urin dan ludah.

 

“Penularannya paling banyak berasal dari tikus. Ketika urin tikus terinjak atau ludah tikus mencemari makanan dan lingkungan, virus ini bisa menyebar. Bahkan udara bisa tercemar droplet, lalu terhirup oleh manusia,” jelas dr. Handri.

 

Menurutnya, risiko penularan semakin tinggi pada wilayah dengan kebersihan dan sanitasi yang rendah, seperti gudang penyimpanan makanan yang tidak terawat, pemukiman padat penduduk, serta lingkungan yang menjadi sarang tikus. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui gigitan tikus yang mengandung virus.

 

 

dr. Handri mengungkapkan bahwa gejala infeksi Hantavirus dapat tergolong berat karena menyerang organ-organ vital manusia.

 

“Biasanya dua organ target yang paling sering terdampak adalah ginjal dan pembuluh darah. Bisa menyebabkan gagal ginjal berat dan pendarahan, sehingga mirip demam berdarah,” katanya.

 

Ia menambahkan, infeksi ini juga menimbulkan gejala demam, nyeri otot, nyeri perut, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menyerang paru-paru dan memicu pneumonia, sehingga gejalanya menyerupai influenza maupun Covid-19.

 

“Secara umum penyakit ini mirip influenza, mirip Covid-19, dan juga mirip demam berdarah dengue. Karena itu perlu pemeriksaan laboratorium untuk memastikan,” lanjutnya.

 

Untuk memastikan diagnosis, dr. Handri menegaskan bahwa pemeriksaan spesifik Hantavirus membutuhkan pemeriksaan serologi atau imunologi, namun fasilitas tersebut belum tersedia di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

“Untuk pemeriksaan khusus Hantavirus ini belum tersedia di Sangihe. Yang tersedia baru pemeriksaan Covid-19. Kalau ada kasus dicurigai Hantavirus, sampelnya akan dikirim ke laboratorium rujukan di Manado,” ujarnya.

 

Laboratorium rujukan yang dimaksud antara lain Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) tingkat provinsi maupun Labkesda milik Kementerian Kesehatan.

 

 

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah mengedarkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus-kasus dengan gejala yang mengarah pada Hantavirus.

 

“Kami sudah mengedarkan surat beberapa minggu lalu sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan. Semua faskes diminta waspada, dan jika ada pasien dengan gejala klinis yang menyerupai Hantavirus, segera diambil sampelnya untuk dikirim ke Manado,” jelas dr. Handri.

 

Hingga saat ini, dr. Handri menyampaikan bahwa belum ada kasus suspek yang mengirimkan sampel untuk pemeriksaan, namun pihaknya tetap mengingatkan tenaga kesehatan agar tidak lengah.

 

 

Dinkes Sangihe juga menegaskan bahwa kelompok yang paling rentan terinfeksi adalah masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah, seperti lansia, bayi, serta pekerja yang berada di lingkungan kerja dengan sanitasi buruk.

 

“Virus ini umumnya menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Yang rentan itu lansia, bayi, dan pekerja di tempat dengan higienitas rendah,” tutupnya.

 

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi potensi sarang tikus, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai nyeri otot, gangguan pernapasan, atau tanda pendarahan pada tubuh.

 

(*Udy)