Pegadaian Mantapkan Diri sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia, Selaras dengan Asta Cita Pemerintah

Presiden RI Prabowo Subianto dan Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan.

Jakarta, EkuatorNews.com — Transformasi besar-besaran yang dijalankan PT Pegadaian⁠� membuahkan hasil manis.

Dalam rilis diterima media ini, Selasa (19/5/2026), disebutkan perusahaan pelat hijau itu resmi mengokohkan diri sebagai wajah utama Layanan Bank Emas di Indonesia, sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita pemerintah yang mendorong penguatan ekosistem bullion nasional.

Posisi ini bukan hadir tiba–tiba. Selama 125 tahun, Pegadaian konsisten membangun ekosistem bisnis emas, jauh sebelum konsep modern “bank emas” populer di tanah air.

Transformasi Besar: Dari Rumah Gadai ke Penguasa Ekosistem Emas

Pegadaian kini bukan lagi sekadar tempat gadai barang.  Perusahaan ini menjelma menjadi pusat investasi emas terlengkap dengan layanan mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas, hingga perdagangan emas fisik melalui anak usaha Galeri 24. Pegadaian bahkan menjadi first mover produk emas yang kini mainstream.

Tabungan Emas dengan modal mulai Rp10.000 menjadi inovasi yang membuat emas tidak lagi terlihat eksklusif, tapi ramah untuk semua kalangan.

Lonjakan minat masyarakat makin terasa di tengah ketidakpastian ekonomi global. Emas kembali diburu sebagai aset aman (safe haven), mendorong transaksi Tabungan Emas meningkat pesat.

Empat Produk Andalan Penopang Bank Emas Pegadaian

Deposito Emas

Nasabah dapat mendepositokan emas fisik atau saldo emas dengan imbal hasil berupa tambahan gram emas setiap bulan.

Pinjaman Modal Kerja Emas

Solusi pembiayaan untuk pelaku industri emas, dengan pinjaman dan pelunasan dalam bentuk emas fisik sehingga aman dari gejolak harga.

Jasa Titipan Emas Korporasi

Pegadaian berperan sebagai Gold Custodian berstandar internasional untuk perusahaan dengan aset emas skala besar.

Perdagangan Emas

Pegadaian menyediakan emas fisik 24 karat bersertifikat resmi dengan jaminan kemurnian.

Damar Latri Setiawan Ungkap Capaian Spektakuler

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkap performa bisnis emas yang terus melesat.

“Hingga April 2026, total kelolaan ekosistem emas Pegadaian mencapai 145 ton. Tabungan Emas saja sudah lebih dari 20 ton dengan valuasi Rp51 triliun. OSL Cicilan Emas bahkan tumbuh 152,79% YoY hingga mencapai Rp13,85 triliun,” jelas Damar.

Keberhasilan ini turut ditopang jaringan lebih dari 4.000 outlet, vault berstandar internasional, distribusi emas fisik yang solid, serta pencatatan emas digital–fisik berdasarkan prinsip 1:1.

Aplikasi Tring! by Pegadaian juga menjadi pilar digital yang mempermudah seluruh transaksi emas masyarakat dalam satu genggaman.

Kanwil V Manado Siap Gaspol Dukung Ekosistem Bank Emas

Pemimpin Wilayah Kanwil V Manado, Maksum, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh langkah strategis perusahaan.

“Capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata Pegadaian terus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan pembangunan nasional. Kami sangat mengapresiasi visi Pak Damar dalam memperkuat ekosistem emas nasional,” ujarnya.

Menurut Maksum, wilayah SulutTengGo, Maluku Utara, dan Papua memiliki potensi besar untuk pengembangan literasi investasi emas dan akselerasi layanan bullion di Indonesia timur.

“Kami optimis layanan Bank Emas Pegadaian semakin diterima masyarakat. Dengan jaringan luas, transformasi digital lewat Tring!, dan edukasi berkelanjutan, Pegadaian menjadi solusi investasi aman sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintah,” tambahnya.

Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah

Penguatan layanan Bank Emas ini dinilai selaras dengan agenda hilirisasi dan penguatan ekonomi nasional.

Pegadaian berkomitmen membangun ekosistem bullion yang kuat, inklusif, dan memberikan nilai tambah tinggi bagi Indonesia.

(***/Enny)