Milad YASPIDA ke-26, Menteri Nusron Dorong Santri Jadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Masa Depan

Nasional29 Dilihat
“Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menghadiri Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Sukabumi, Jawa Barat”

SUKABUMI, EkuatorNews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu berkiprah di berbagai bidang kehidupan, mulai dari keagamaan, pemerintahan, hingga pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Nusron saat menghadiri peringatan Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026).

“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Menteri Nusron.

Di hadapan ratusan santri dan tamu undangan, Menteri Nusron menekankan pentingnya membangun visi besar sejak dini. Menurutnya, santri tidak hanya berperan sebagai penerus generasi sebelumnya, tetapi juga harus siap mengambil tongkat estafet kepemimpinan dan membawa perubahan bagi masyarakat.

Ia mengibaratkan posisi santri sebagai *mudhaf ilaih* dalam ilmu nahwu yang pada waktunya harus siap menjadi *mudhaf*, yakni sosok yang mampu menggantikan dan melanjutkan peran para pendahulunya dalam berbagai bidang kehidupan.

Lebih lanjut, Menteri Nusron menjelaskan bahwa kemajuan masyarakat dan kesejahteraan umat hanya dapat terwujud melalui sinergi tiga unsur penting sebagaimana diajarkan Syekh Abdul Qadir al-Jailani, yaitu ilmu para ulama (*ilmalulama*), kebijaksanaan para teknokrat dan pelaksana kebijakan (*hikmatal hukama*), serta kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan (*siyasatul muluk*).

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang mampu menguasai ketiga aspek tersebut sehingga dapat berkontribusi secara nyata bagi bangsa dan negara.

Selain itu, Menteri Nusron juga mendorong para santri untuk meningkatkan literasi politik dan memahami dinamika kehidupan berbangsa.

“Santri tidak boleh apatis terhadap politik. Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menyerahkan sertipikat tanah wakaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertipikat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset lembaga pendidikan keagamaan.

Dengan adanya sertipikat tanah wakaf, diharapkan aset pesantren dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Shamy Ardian. Hadir pula Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan. (IKI)