Kegiatan Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sangihe, IndikatorPublik.com – Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat berbagai capaian strategis sepanjang Semester I tahun 2026. Mulai dari pelayanan bagi nelayan, penguatan keselamatan awak kapal perikanan, konservasi kawasan laut, hingga pengembangan pemasaran hasil perikanan terus menunjukkan progres positif.
Kepala Dinas Perikanan Sangihe, Muchaerany Labora, S.Pi., M.Si., mengatakan berbagai program yang dijalankan selama Januari hingga Juni 2026 difokuskan pada peningkatan kesejahteraan nelayan, perlindungan sumber daya perikanan, dan penguatan ekonomi sektor kelautan.
Koordinasi/ konsultasi ke dkp prov bersama dewan, sehubungan dengan pengelolaan ruang laut ( termasuk izin rumpon dan permintaan kampung para 1 tentang pengelolaan wilayah laut sanggaluhang)
“Dalam enam bulan pertama tahun ini kami terus berupaya memastikan pelayanan kepada nelayan berjalan optimal, mulai dari fasilitasi dokumen, akses BBM bersubsidi, perlindungan sosial hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia perikanan,” ujar Labora, Senin (15/6/2026)
Di bidang Perikanan Tangkap dan Perlindungan Kawasan, Dinas Perikanan berhasil menerbitkan 227 dokumen rekomendasi BBM bersubsidi bagi nelayan kecil serta memfasilitasi penerbitan 97 Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara.
Selain itu, kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Wildlife Conservation Society (WCS) turut menghasilkan program perlindungan sosial dan pelatihan Basic Safety Training (BST) bagi awak kapal perikanan.
Kolaborasi dengan stasiun ppmhkp melakukan sosialisasi cara penanganan ikan pasca tangkap kepada nelayan petta timu.
Tak hanya itu, kemitraan bersama WCS juga mendorong proses penetapan kawasan konservasi laut di Kecamatan Manganitu Selatan dan Tatoareng, serta pengusulan Kampung Nelayan Merah Putih ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk WCS, berjalan sangat baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan keselamatan nelayan serta upaya pelestarian sumber daya laut di Sangihe,” kata Labora.
Kolaborasi dengan stasiun ppmhkp melakukan sosialisasi cara penanganan ikan pasca tangkap kepada nelayan petta timu.
Di sektor pengawasan sumber daya perikanan, Dinas Perikanan terus memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang laut melalui sosialisasi perizinan rumpon, kerja sama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta menginisiasi pengaktifan kembali Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di seluruh kecamatan.
Menurut Labora, pengawasan berbasis masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk menekan praktik destructive fishing yang dapat merusak ekosistem laut.
“Kami ingin masyarakat ikut menjadi garda terdepan dalam menjaga laut. Dengan Pokmaswas yang aktif, pelanggaran di wilayah perairan dapat lebih cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti,” jelasnya.
Pemantauan lokasi aset yang akan dikerjasamakan dengan pihak ke 3 di ppp dagho.
Sementara itu, pada bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal. Salah satunya melalui optimalisasi aset daerah seperti Integrated Cold Storage (ICS) Dagho, pabrik es, serta sarana kuliner yang dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Dinas juga aktif membantu pemasaran produk kelompok pengolah ikan, melakukan pengawasan mutu bersama Stasiun PPMHKP, hingga mengkurasi produk unggulan daerah untuk dipromosikan dalam berbagai pameran tingkat daerah maupun provinsi.
Labora mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperkuat ke depan, terutama peningkatan kualitas kemasan produk olahan ikan agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.
Pendampingan tim kkp dalam pemetaan wilayah usulan pemda sangihe untuk lokasi kampung nelayan merah putih.
Selain program yang telah masuk dalam dokumen anggaran, Dinas Perikanan Sangihe juga menangani sejumlah agenda strategis lainnya. Salah satunya memfasilitasi penyelesaian persoalan pemanfaatan ruang laut tradisional di Pulau Sanggaluhang melalui pendekatan mediasi antara Kampung Para, Para 1 dan Mahengetang.
Menariknya, Dinas Perikanan Sangihe juga mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung kinerja birokrasi. Pemanfaatan platform AI digunakan untuk mempercepat penyusunan laporan, naskah dinas, hingga analisis data perikanan.
“Pemanfaatan AI menjadi langkah inovatif yang kami lakukan secara mandiri. Hasilnya cukup signifikan karena mampu mempercepat proses penyusunan dokumen kerja dan pelaporan teknis hingga dua kali lebih cepat tanpa membebani anggaran daerah,” pungkas Labora.
Dengan berbagai capaian tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis sektor kelautan dan perikanan akan terus berkembang sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah perbatasan itu.
(***/Enny)







