
Ekuatornews.com – Upaya mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus diperkuat melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang digelar selama dua hari, 19-20 Juni 2026, di Rosand Tours Pantai Lesa.
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Nusa Utara bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) Sulawesi Utara, serta mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ketua DPD I IPI Nusa Utara, Robin Bengke, mengatakan organisasi yang dipimpinnya telah aktif selama empat tahun di Sangihe dan memiliki tugas mendukung pemerintah dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah.
“IPI merupakan organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Sangihe, kami hadir untuk membantu pemerintah dalam mempromosikan pariwisata dan budaya. Kerinduan kami sejak tahun lalu untuk melaksanakan pelatihan seperti ini akhirnya dapat terwujud pada tahun ini,” ujar Bengke saat menyampaikan laporan kegiatan.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman anggota Pokdarwis mengenai konsep sadar wisata dan Sapta Pesona, memperkuat kemampuan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat, serta meningkatkan kapasitas promosi dan pemasaran digital.
Peserta kegiatan berasal dari sejumlah desa wisata di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diwakili oleh pengurus dan anggota Pokdarwis. Dari wilayah kepulauan, peserta yang hadir berasal dari Pulau Para Lele.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Grietha E. Karambut, SSTP, yang mewakili pemerintah daerah saat membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada IPI dan WCS Sulut atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pariwisata daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan lembaga konservasi menjadi model pembangunan yang perlu terus diperkuat.
“Kehadiran IPI menunjukkan bahwa Sangihe tidak berjalan sendiri dalam membangun pariwisatanya. Begitu pula keterlibatan WCS Sulut memastikan bahwa pariwisata yang kita bangun adalah pariwisata yang menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Grietha juga mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini berdampak pada terbatasnya anggaran sektor pariwisata. Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pengembangan destinasi wisata.
“Kesulitan fiskal pemerintah daerah tidak boleh membuat kita menyerah. Keunggulan pariwisata Sangihe bukan hanya terletak pada infrastruktur, tetapi pada keramahan masyarakat, kekayaan budaya, kebersihan desa, dan keunikan cerita lokal yang dimiliki setiap kampung,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pengurus Pokdarwis untuk mengubah pola pikir dari menunggu bantuan menjadi lebih mandiri, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di desa masing-masing dan menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Kemajuan pariwisata Sangihe ditentukan oleh seberapa kuat denyut pariwisata hidup di desa-desa,” tambahnya.
Pemerintah daerah, lanjut Grietha, tetap berkomitmen memberikan dukungan melalui regulasi dan kebijakan yang dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi kepariwisataan dari masyarakat.
Pelatihan peningkatan kapasitas Pokdarwis ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang lebih profesional dalam mengelola destinasi wisata secara berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berkembangnya usaha homestay, jasa pemandu wisata, produk kerajinan lokal, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Meilan S.Z. Tamalawe, S.Sos, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Emilda Ambat, SE, staf Yeria Salmon, A.Md.Kom, serta Lurah Lesa Ruth Makadolang, ST.
Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, Sekretaris Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata yang diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat peran masyarakat dalam membangun pariwisata Sangihe yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing.
(*Udy)






