Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru, Tawarkan Program Studi Langka di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Nasional67 Dilihat

SLEMAN, EkuatorNews.com – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kembali membuka Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027.

Berbeda dengan kebanyakan perguruan tinggi lainnya, Politeknik Agraria STPN menawarkan program studi yang secara khusus berfokus pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Keunggulan tersebut menjadikan kampus ini sebagai salah satu institusi pendidikan yang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) profesional untuk mendukung pembangunan sektor agraria dan tata ruang di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan program studi yang tersedia dirancang secara multidisiplin guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan di bidang agraria, pertanahan, penataan ruang, hingga pengelolaan aset.

“Program studi di Politeknik Agraria STPN tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain. Pembelajarannya bersifat multidisiplin untuk membahas berbagai persoalan keagrariaan sehingga lulusannya dapat langsung mendukung tugas-tugas di bidang agraria, pertanahan, tata ruang, dan pengelolaan aset. Saat ini kami sedang membuka pendaftaran taruna dan taruni baru,” ujar Sri Yanti Achmad di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).

Pendaftaran taruna dan taruni baru dilakukan secara daring melalui laman resmi sptb.stpn.ac.id dan dibuka hingga 18 Juni 2026.

Politeknik Agraria STPN membuka empat program studi Sarjana Terapan, yaitu Pertanahan, Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang administrasi pertanahan, hukum pertanahan, penataan ruang, survei dan pemetaan, serta pengelolaan data spasial yang menjadi kebutuhan penting dalam pembangunan nasional.

Calon pendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan umum, antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, serta memenuhi ketentuan administrasi dan kesehatan yang telah ditetapkan.

Selain jalur reguler, Politeknik Agraria STPN juga membuka Jalur Kerja Sama Pemerintah Daerah sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama pemerintah daerah mitra.

Khusus Program Studi Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan, pendaftar diwajibkan berasal dari jurusan yang relevan, seperti IPA, Survei Pemetaan, Geomatika, Teknik Bangunan, Komputer, Pertambangan, Geologi, maupun bidang lain yang linier.

Program studi tersebut juga memberikan kesempatan kepada lulusan Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4,00 dan usia maksimal 23 tahun per 31 Agustus 2026.

Tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan praktik lapangan, Politeknik Agraria STPN juga memberikan ruang bagi taruna dan taruni untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, organisasi, dan karakter melalui berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Dewan Perwakilan Taruna (DPT), Badan Senat Taruna (BST), Korps Taruna Bela Negara (KTBN), dan Urusan Dinas Dalam (Urdisdal).

Sri Yanti mengajak para lulusan SMA/sederajat yang memiliki minat di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah awal membangun karier profesional di masa depan.

“Kami mengundang lulusan SMA/sederajat untuk bergabung dan mempersiapkan masa depan kariernya bersama Politeknik Agraria STPN. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat dilihat melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya. (IKI)