Pelatihan Kepemimpinan Administrator Digelar di Kaimana, Peserta Hadirkan Inovasi untuk Tingkatkan Kinerja OPD

Papua Barat30 Dilihat
“Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BKPSDM Provinsi Papua Barat, Faisal Kelian saat diwawancarai awak media”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I di Kabupaten Kaimana, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai lokus studi lapangan, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kaimana.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BKPSDM Provinsi Papua Barat, Faisal Kelian, mengatakan studi lapangan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, para peserta yang telah mengikuti pembekalan dan pelatihan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gagasan serta inovasi yang mereka kembangkan selama proses pelatihan.

“Kehadiran para peserta bertujuan mempresentasikan berbagai inovasi yang telah mereka dapatkan selama mengikuti pelatihan. Inovasi tersebut kemudian ditawarkan kepada OPD yang menjadi lokus kegiatan sebagai upaya mendukung peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Faisal Kelian.

Ia menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2026 diikuti sebanyak 41 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah kabupaten di Provinsi Papua Barat serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Untuk pelaksanaan studi lapangan, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 21 peserta ditempatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, sementara 20 peserta lainnya melaksanakan kegiatan di Dinas Pariwisata Kabupaten Kaimana.

“Peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah di Papua Barat. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok untuk melakukan studi lapangan dan mempresentasikan inovasi yang telah disiapkan kepada OPD yang menjadi lokasi kegiatan,” jelasnya.

Faisal berharap seluruh peserta mampu mengembangkan serta mengimplementasikan inovasi yang diperoleh selama pelatihan di instansi masing-masing, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat terus mengembangkan inovasi yang telah diperoleh dan menerapkannya di lingkungan kerja masing-masing demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (IKI/REI)