Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Kaimana Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Semakin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat

Papua Barat75 Dilihat
“Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Bupati Kaimana Hasan Achmad, Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Wakapolres Kaimana Kompol Alexander Mody Hehalatu, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kaimana berfoto bersama”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma, S.I.K., memimpin secara langsung Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Taman Kota Kabupaten Kaimana, Rabu (1/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Satria Dwi Dharma membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan apresiasi dan penghargaan negara kepada seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas dedikasi, kerja keras, serta pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri yang bertugas di seluruh pelosok Indonesia.

“Saya menyampaikan apresiasi tertinggi dari negara serta ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan yang telah saudara-saudara tunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa lelah,” demikian amanat Presiden yang dibacakan Kapolres Kaimana.

“Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma saat membacakan membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80”

Presiden menjelaskan, tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, memiliki makna bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri bermuara pada satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut Presiden, seluruh tugas Polri harus berorientasi pada perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap profesional, responsif, tegas, serta humanis.

Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks seiring perkembangan situasi geopolitik global, kemajuan teknologi informasi, ancaman kejahatan siber, kejahatan transnasional, hingga tingginya ekspektasi masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Karena itu, Polri dituntut tidak lagi bekerja secara reaktif, tetapi harus mampu bergerak secara prediktif, adaptif, dan berbasis data dalam merespons setiap dinamika keamanan.

Selain menjaga keamanan, Presiden menilai Polri juga memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan melalui pengembangan lahan jagung nasional, pemberantasan narkoba, penyelundupan, perjudian daring, penyediaan rumah bagi masyarakat dan personel Polri, hingga pengamanan proyek-proyek strategis nasional.

“Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma, S.I.K., memimpin secara langsung Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Taman Kota Kabupaten Kaimana”

Dalam amanatnya, Presiden turut menekankan lima arahan strategis yang harus menjadi pedoman seluruh jajaran Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi ancaman multidimensional, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan publik.

Presiden menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar yang harus dijaga oleh Polri melalui pelayanan yang berkualitas, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

“Tugas pokok Polri bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. Karena itu Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, humanis, responsif, prediktif, dan menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati dirinya,” tegas Presiden.

Di akhir amanatnya, Presiden mengajak seluruh insan Bhayangkara menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai penguat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, setiap tugas harus dijalankan sebagai bentuk ibadah, setiap pelayanan sebagai kehormatan, serta kepercayaan rakyat sebagai alasan utama setiap anggota Polri mengenakan seragam.

“Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju,” tutup Presiden dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres Kaimana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Bupati Kaimana Hasan Achmad, Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Wakapolres Kaimana Kompol Alexander Mody Hehalatu, jajaran Forkopimda Kabupaten Kaimana, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaimana, para Pejabat Utama (PJU) Polres Kaimana serta tamu undangan lainnya. (REI)